web analytics

Gowes Santuy ke Kebun Raya Cibodas

clockJumat, 25 September 2020 10:39 WIB user-groupNetizen Djoko Subinarto
Netizen, Gowes Santuy ke Kebun Raya Cibodas, Gowes,Kebun Raya Cibodas (KRC),jalur sepeda Bandung

Kebun Raya Cibodas (KRC). (Djoko Subinarto)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

AYOBANDUNG.COM – Demam sepeda akhir-ahir ini telah menjadikan Kota Bandung ceuyah dengan sepeda, khususnya di akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Di kedua hari tersebut boleh dibilang jalan-jalan utama di pusat Kota Bandung dipadati para goweser.

Padatnya pusat kota dengan para goweser, baik goweser lama maupun goweser baru, ditambah dengan rute pusat kota yang itu-itu juga mungkin saja membuat sebagian goweser merasa jenuh. Mereka perlu menjajal track yang agak berbeda, sedikit menantang, dan relatif tidak terlalu disesaki goweser lainnya. Jika itu yang dicari, maka Kebun Raya Cibodas (KRC), Cipanas, Cianjur, mungkin bisa menjadi salah satu opsi.

Kalkulasi di atas kertas, jarak dari Bandung ke KRC sekitar 88,6 kilometer. Dengan sepeda, jarak sepanjang itu bisa ditempuh dalam waktu 4-6 jam. Jadi, katakanlah berangkat dari Bandung sekitar pukul 06.00, maka pukul 10.00-12.00 kita sudah tiba di KRC.

Dari Bandung hingga pusat Kota Cianjur, para goweser bisa ngacir lantaran jalurnya relatif menurun. Baru ketika mulai memasuki daerah Cugenang dan Ciherang track mulai sedikit nanjak. Namun, mendekati Pasar Cipanas, jalur yang dilewati mulai mendatar. Jarak dari Pasar Cipanas ke KRC sekitar 6,5 kilometer. Dari total 6,5 kilometer tersebut, 5 kilometernya full nanjak. Maka, sebaiknya gowes dilakukan dengan santuy.

Saat saya melakukan solo ride ke KRC beberapa waktu lalu, boleh dibilang saya benar-benar menikmati jalur yang saya lewati lantaran tak terlalu diapadati para goweser. Meluncur dengan sepeda lipat mungil enam speed, single crank, mulai dari Padalarang hingga ke pintu masuk KRC, saya cuma bertemu dengan segelintir pegowes. Padahal, saat itu adalah akhir pekan.

Waktu itu, saya tiba di KRC mendekati pukul 11.00. Cuma saya sendiri yang ngaboseh sepeda, sementara pengunjung lainnya menggunakan kendaraan bermotor. Dengan panorama alamnya yang khas, toh rasa penat setelah gowes menempuh puluhan kilometer langsung terobati begitu sampai di KRC.

KRC sendiri mulai berdiri pada tanggal 11 April 1852. Adalah Johannes Ellias Teijsmann, seorang ahli botani sekaligus kurator Kebun Raya Bogor, yang kala itu menjadi perintis berdirinya KRC. Saat itu, Johannes Ellias Teijsmann menamai kebun raya yang dirintisnya ini sebagai Bergtuin te Tjibodas alias Kebun Pegunungan di Cibodas.

Awalnya, pendirian KRC hanya dimaksudkan untuk lahan aklimatisasi jenis-jenis tumbuhan asal mancanegara yang mempunyai peran penting dan nilai ekonomis yang tinggi bagi pemerintahan kolonial Belanda. Salah satunya adalah untuk keperluan aklimatisasi tanaman kina (Cinchona calisaya) yang didatangkan dari Bolivia, Amerika Selatan.

Dewasa ini, KRC memiliki sejumlah taman tematik. Sebut di antaranya yaitu taman paku-pakuan, taman tanaman obat tradisional, taman mawar, taman sakura, taman rhododendron dan taman lumut.

Penasaran? Coba saja jadwalkan gowes ke KRC.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 17:35 WIB

Vaksin dianggap menjadi penyelamat dari serangan virus Corona yang diperkirakan lebih mematikan dari virus flu lainnya.

Netizen, Mengapa Tak Ada Seruan Berpartisipasi Mengatasi Covid-19?, Seruan Berpartisipasi,Mengatasi Covid-19,COVID-19,Virus Corona

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen Selasa, 27 Juli 2021 | 09:02 WIB

Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

Netizen, Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI), UNI,sidolig,Persib,sepakbola,bandung,Teddy Kessler,Wim Kuik

Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand

Netizen Senin, 26 Juli 2021 | 23:00 WIB

Alasannya, karena susu Bear Brand diyakini dapat meredakan paparan Covid-19.

Netizen, Mengungkap Fakta Kandungan Susu Bear Brand, Fakta,Susu,Bear Brand,COVID-19,Sehat,Hoaks

Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia

Netizen Sabtu, 24 Juli 2021 | 15:24 WIB

Media-media internasional secara luas memberitakan pelayaran satuan tugas gabungan Inggris, Amerika Serikat dan Belanda...

Netizen, Inggris Melibatkan Diri Dalam Perang Ideologi di Asia, Inggris,Pengaruh Inggris,kebudayaan Asia,Pengaruh Inggris di Asia

510 Hari Minus Sentuhan

Netizen Jumat, 23 Juli 2021 | 21:35 WIB

Kesakralan sentuhan tak lagi ada selama masa pandemi Covid-19.

Netizen, 510 Hari Minus Sentuhan, sentuhan,Pandemi Covid-19,Jaga Jarak,Sosial,Dampak Pandemi Covid-19

Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan...

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:30 WIB

Di Cekungan Bandung, sedikitnya ada 8 nama geografi yang berhubungan dengan harimau.

Netizen, Ciharegem, Dungusmaung, Cimaung, Pamoyanan: Toponimi yang Berhubungan dengan Harimau, Toponimi,Harimau,cekungan bandung,Kota Bandung

Jangan Berhenti pada Kata Maaf

Netizen Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Akhirnya ada perwakilan pemerintah yang menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait dengan penanganan pandemi Cov...

Netizen, Jangan Berhenti pada Kata Maaf, Kata Maaf,Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan,PPKM Jawa-Bali,pemerintah Indonesia

Mengatasi Over Kapasitas Lapas

Netizen Rabu, 21 Juli 2021 | 21:15 WIB

Hukuman penjara, meskipun menjadi mekanisme yang penting untuk menghukum pelaku, bukanlah merupakan “obat”.

Netizen, Mengatasi Over Kapasitas Lapas, Over Kapasitas,Lapas,Hukuman Penjara,Masalah Kejahatan,Kriminalitas

artikel terkait

dewanpers
arrow-up