web analytics
  

Hikmah di Balik Perintah Penggunaan Masker

Jumat, 25 September 2020 01:29 WIB Netizen Deffy Ruspiyandy
Netizen, Hikmah di Balik Perintah Penggunaan Masker, hikmah masker,Penggunaan masker,Masker Corona

Masker KN95 (Istimewa)

Deffy Ruspiyandy

Penulis Artikel dan Penulis Ide Cerita di SCTV.

AYOBANDUNG.COM -- Sangat menarik, masker yang tadinya hanya untuk kebutuhan medis semata kini menjadi barang yang diprioritaskan bagi orang-orang sebagai upaya agar tidak terpapar virus Covid-19.

Jika tidak memakainya, maka siap-siap saja kena sanksi, baik denda atau diperintahkan untuk berkerja sosial yang salah satunya seperti menyapu jalanan. Nah, apakah mau dihukum atau menyengaja disiplin memakai masker untuk menjaga diri dan menjaga orang lain? Itu semua tinggal anda yang memilihnya.

Dulu pada zaman Reinassance dikutip dari Jurnal berjudul Plague Masks: The Visual Emergence of Anti-Epidemic Personal Protection Equipment (2018). Menurut penulisnya, Christos Lynteris dosen di Jurusan Antropologi Sosial di Universitas St. Andrews Inggris yang seorang ahli dalam sejarah topeng medis, saat itu mereka yang menyematkan kain di mulut dan hidung mereka dimaksudkan untuk menghindari wabah dari udara yang kotor dan bukan menghindari wabah dari orang lain. Kepercayaan atau pemahaman bahwa udara kotor sebagai bibit penyakit disebut Teori Miasma.

Dengan begitu tampak jelas, jika jauh-jauh hari orang berusaha menghindari wabah, salah satunya adalah melakukan penggunaan masker. Pembuatan masker dilakukan dalam berbagai bentuk sesuai tren yang terjadi saat itu.

Namun perlu dimengerti, apapun bentuknya namun fungsinya tetap sama yaitu menghalangi hal-hal berbahaya masuk ke tubuh kita semacam virus melalui mulut atau hidung. Fungsi ini tentu yang dioptimalkan saat sekarang bahkan WHO pun merestui protokol kesehatan yang satu ini.

Langkah kerja masker cukup sederhana karena tinggal talinya diikatkan ke telinga dan praktis kain yang lain akan menutup hidung atau mulut. Sehingga jika dilakukan secara benar maka akan bermanfaat bagi yang melakukannya.

Bahkan menariknya Islam jauh-jauh hari melarang kaumnya untuk tidak menuju masjid apabila sudah memakan bawang mentah. ”Barangsiapa yang memakan bawang merah, bawang putih dan bawang kurrats, maka janganlah dia mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu dengan bau yang mengganggu manusia." (HR Bukhari, kitab Adzan 854, Muslim, kitab Al-Masajid 564).

Dengan begitu, jika bau bawang saja sangat mengganggu dan dianjurkan tidak ke mesjid. Maka dari itu perintah penggunaan masker memiliki fungsi tidak saja mencegah penyebaran bibit penyakit atau virus Covid-19 yang disebar melalui droplet, namun juga bisa mengurangi sesuatu yang bisa merugikan orang lain. Apabila menggunakan masker saat ke masjid maka tentu saja hal itu bisa diminimalisir atau dihilangkan karena bau yang ada akan terhalangi oleh masker yang dibuat.

Ternyata banyak sekali manfaat saat kita semua menggunakan masker. Terutama bagi mereka yang punya masalah bau mulut maka penggunaan masker bisa membuatnya nyaman berkomunikasi dengan orang lain.

Dengan begitu ternyata masker pun membantu orang yang bermasalah dengan mulutnya bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Bukan itu saja, namun lebih dari itu pula masker yang digunakan akan membuat kita nyaman karena terhindar dari menyedot debu dan mencium bau yang menyengat di ada di sekitar kita.

Banyak orang memahami jika menggunakan masker malah menyiksanya karena tak bisa bernafas secara bebas, padahal semua itu akan berjalan jika sudah terbiasa memakainya.

Jika pemahaman seperti ini tercipta pada seluruh masyarakat yang ada, maka tentu saja aparat keamanan takkan mungkin melakukan razia masker ini. Sebagai masyarakat, seharusnya kita menyadari jika masker saat ini adalah benda yang begitu penting untuk menghalangi penyebaran virus Covid-19 ini.

Perlu ditanamkan kesadaran kolektif jika menggunakan masker manfaatnya bukan untuk drinya atau keluarganya saja, tapi sebuah langkah sederhana yang bisa menyelamatkan banyak orang di Indonesia dan juga bisa mungkin di dunia pula. Sangat disayangkan jika kemudian ada masyarakat yang malah tidak mau memakai masker dan menyepelekan virus yang kini mewabah di tanah air.

Bahkan bagi mereka yang mau memakai masker sama artinya sebagai pejuang yang berjuang menyelamatkan negeri ini dan ikut berjuang mengakhiri pandemi yang menimbulkan persoalan pada sendi-sendi kehidupan yang ada.

Pemakaian masker seharusnya tidak berlangsung secara terpaksa tapi harus dilakukan melalui kesadaran. Proses ini sebenarnya harus sudah tercipta secara baik karena pembiasaan ini telah berlangsung sejak diumumkan virus Covid 19 muncul di Indonesia.

Memang pemakaian masker bukan satu-satunya upaya protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus yang berbahaya ini. Namun demikian justeru dengan memakai masker akan terhindari rIsiko yang mungkin menimpa diri kita. Justeru di sini kita khawatir mereka yang terpapar virus corona ini mungkin disebabkan saat yang bersangkutan tidak menggunakan masker.

Terbayang jika seseorang terpapar virus corona maka orang-orang yang ada di sekitarnya harus melakukan tes PCR dan tes Swab. Nah daripada kita mengalami hal yang justeru akan menyusahkan, maka dari itu, ada baiknya lebih baik mencegah daripada malah terpapar virus itu dan salah Satu hal yang terbaik dilakukan adalah dengan menggunakan masker.

Nah adanya razia masker kali ini yang dilakukan oleh aparat, jangan dianggap hal yang tidak serius dan jangan ada anggapan yang kalau melanggar satu kali dianggap wajar dan hukumnya paling push up atau sapu-sapu jalanan.

Kalaupun didenda dalam bentuk uang, cukup bayar lalu selesai, oh tentu tidak, sebab pemikiran seperti ini malah bukan menyelesaikan msalah tetapi malah menambah masalah.

Parahnya, model kayak gini malah membuat virus corona akan semakin lama bercokol di negeri ini.

Bila seperti ini adanya dapat dikatakan adalah kelakuan yang akan merugikan orang lain, bukan hanya untuk kesehatan atau mengancam nyawa seseorang tapi juga akan membuat kerugian di sektor lain pula.

Apakah perbuatan seperti ini bisa disebut hal yang sepele? sadarlah kita semua ingin pandemi ini segera berakhir tapi kalau kita sendiri tidak mau memperjuangkannya maka sama saja dengan membuat pandemi ini akan berlangsung lama. Semoga hal ini tak terjadi di negeri ini.

Karenanya sebagai orang yang mencintai negeri ini dan mencintai banyak orang sudah pasti akan menggunakan masker saat pandemi sebagai hal penting dalam hidupnya.

Dengan terbiasanya kita semua menggunakan masker yang mungkin digunakan untuk sementara sampai pandemi berakhir maka kita berikhtiaruntuk banyak orang. Sekali lagi memakai masker bukan takut karena adanya razia masker, namun tanamkan dalam diri kita bahwa menggunakan masker adalah bentuk pertisipasi kita menyelamatkan bangsa ini.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers