web analytics
  

Doa Setelah Salat Duha Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Jumat, 25 September 2020 08:52 WIB
Umum - Pendidikan, Doa Setelah Salat Duha Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya, Doa Shalat Dhuha,doa salat duha,niat salat duha,cara salat duha

[Ilustrasi] Shalat Dhuha atau Sholat Dhuha dalam bahasa Indonesia baku ditulis Salat Duha memiliki keutamaan jika rutin dilakukan. Lalu, apa saja keutamaan tersebut dan doa setelah Salat Duha? (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM --  Shalat Dhuha atau Sholat Dhuha dalam bahasa Indonesia baku ditulis Salat Duha memiliki keutamaan jika rutin dilakukan. Lalu, apa saja keutamaan tersebut dan doa setelah Salat Duha?

Niat Salat Duha

Niat Salat Duha dilakukan sebelum mengerjakan Salat Duha yang minimal 2 rakaat. Niat Salat Duha bisa diucapkan dalam hati maupun dilafalkan.

Adapun lafal niat Salat Duha yaitu.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku niat salat duha 2 rakaat karena Allah Taala.”

Keutamaan Salat Duha

Banyak sekali bimbingan Rasulullah SAW melalui hadis-hadisnya yang menerangkan keutamaan Salat Duha. Beberapa hadis tentang keutamaan Salat Duha adalah sebagai berikut.

1. Riwayat Abu Dzar RA. ''Rasulullah SAW bersabda, ‘'Hendaklah masing-masingmu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka, tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat Salat Duha.'' (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

2. Hadis qudsi seperti diriwayatkan Hakim dan Thabrani yang semua perawinya dapat dipercaya, Allah SWT berfirman, ''Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yakni Salat Duha), nanti akan Kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya.''

3. Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari Buraidah bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''Dalam tubuh manusia itu tiga ratus enam puluh ruas tulang, ia diharuskan bersedekah untuk tiap ruas itu. Para sahabat bertanya, ''Siapa yang kuat melaksanakan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, ''Dahak yang ada di masjid lalu ditutupnya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah, atau sekiranya kuasa cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat Salat Duha.''

4. Dari Abdullah bin Amr katanya, ''Rasulullah SAW mengirimkan sepasukan tentara lalu banyak mendapatkan harta rampasan dan cepat pulang. Orang-orang mempercakapkan cepatnya perang itu dan banyaknya harta rampasan yang didapat. Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Maukah kamu saya tunjukkan sesuatu yang lebih cepat dari peperangan semacam itu, lebih banyak pula rampasan yang diperoleh bahkan lebih cepat pulangnya dari itu? Yaitu seorang yang berwudu lalu pergi ke masjid untuk bersembahyang sunah Duha. Orang itulah yang lebih cepat perangnya, lebih banyak rampasannya dan lebih segera pulangnya.'' (HR Ahmad, Thabrani, Abu Ya'la)

5. Dari Abu Hurairah ra katanya, ''Nabi SAW yang tercinta memesankan kepadaku tiga hal yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat Duha dan berwitir dulu sebelum tidur.'' (HR Bukhari dan Muslim). Dari Anas RA katanya, ''Saya melihat Rasulullah SAW di waktu bepergian, bersembahyang Duha sebanyak 8 rakaat. Setelah selesai beliau bersabda, ''Saya tadi bersembahyang dengan penuh harapan dan diliputi kecemasan. Saya memohonkan kepada Tuhan tiga hal lalu diberi-Nya dua dan ditolak-Nya satu. Saya memohon supaya umatku jangan diuji dengan musim paceklik dan itu dikabulkan, saya memohon pula agar ummatku tidak dapat dikalahkan musuhnya dan ini pun dikabulkan lalu saya memohon agar ummatku jangan sampai berpecah belah menjadi beberapa golongan dan ini ditolak-Nya.'' (HR Ahmad, Nasai, Hakim, dan Ibnu Khuzaimah)

Waktu Salat Duha

Adapun waktunya, terdapat dua waktu yang meng apit waktu dhuha, ketika matahari terbit sampai tinggi dan ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya sampai matahari tergelincir. Agar lebih praktis, kita dapat menggunakan acuan berikut, diawali 15 menit sesudah terbit matahari dan diakhiri 15 menit sebelum waktu zuhur.

Jika kita ingin memilih waktu paling utama, sebaiknya menggunakan hadis ini sebagai rujukan. Al-Qasim asy- Syaibani berkata, "Zaid bin Arqam RA melihat beberapa orang mendirikan sha lat Dhuha". Kemudian Zaid berkata, "Seandainya mereka tahu, sholat Dhuha setelah waktu ini sebenarnya lebih utama".

Zaid melanjutkan, Rasulullah SAW bersabda, "Shalat awwabin adalah ketika anak unta mulai (merasa) kepanasan (tamradh al-fishal)" (HR Muslim). Awwabin adalah orang-orang yang memilih kembali kepada Allah. Sebagian ulama berpendapat, lantaran pada waktu tamradh al-fishal orang-orang cenderung memilih untuk berteduh/beristirahat.

Doa Setelah Salat Duha

Kemudian, selesai melaksanakan sholat duha, dianjurkan untuk membaca doa sebagai berikut, sebagaimana yang ditemukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafi’i yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, Hasyiyatul Jamal.

 اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

"Allahumma innad dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ismata 'ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta 'ibadakas sholihin".

Artinya

"Ya Allah, bahwasannya waktu duha itu adalah waktu duha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu duha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang saleh".

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers