web analytics
  

26.839 Swab dan 43.019 Rapid Test Telah Dilakukan di Bandung

Jumat, 25 September 2020 05:55 WIB
Bandung Raya - Bandung, 26.839 Swab dan 43.019 Rapid Test Telah Dilakukan di Bandung, Rapid Test Corona,rapid test bandung,Tes Swab Covid-19,Swab test Bandung,Berita Bandung,Bandung Hari Ini,Bandung zona oranye

Ilustrasi rapid test Covid-19. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota (Pemkot) sampai saat ini sudah melakukan 26.839 swab test Covid-19 atau 1,08% dari total jumlah penduduk. Sementara rapid test yang dilakukan sudah sebanyak 43.019 atau 1,73% dari jumlah penduduk.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, Pemkot Bandung mengandalkan pengetesan masif untuk memetakan sebaran pandemi Covid-19.

“Jumlah ini sudah melebihi standar dari WHO. Meskipun begitu kami masih terus akan melakukan pengetesan kepada 7.400 tenaga kesehatan se-Kota Bandung,” kata usai melakukan rapat terbatas (Ratas) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balai Kota Bandung, Kamis (24/9/2020).

Pemkot turut melakukan evaluasi penerapan kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Diperketat yang diputuskan pada 11 September 2020 lalu. Selama pemberlakuan AKB Diperketat, penambahan pasien yang positif terpapar Covid-19 di Kota Bandung mengalami peningkatan.

Meski mengalami peningkatan, pihaknya mengklaim penyebaran kasus Covid-19 masih terkendali. Kota Bandung saat ini masih berada di zona oranye.

“Pandemi Covid-19 di Kota Bandung masih terjadi. Kasus-kasus masih terkendali, namun kecenderungannya meningkat, ditandai dengan peningkatan angka reproduksi menjadi 1,22 per tanggal 23 September 2020,” ungkapnya.

Oded mengunggkapkan, hingga saat ini pihaknya sangat berhati-hati dalam membuka sektor-sektor yang akan direlaksasi. Pihaknya mengutamakan sektor yang memiliki tingkat risiko rendah dengan dampak ekonomi yang besar.

“Kami masih sangat berhati-hati dalam membuka sektor-sektor yang akan direlaksasi. Kami mengutamakan sektor yang memiliki tingkat risiko rendah dengan dampak sosial ekonomi yang besar,” katanya.

“Terkait jam operasional sektor usaha tidak berubah,” tambahnya.

Berdasarkan hasil rapat dengan gugus tugas, Oded mengungkapkan buka tutup jalan masih akan dilaksanakan, untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers