web analytics
  

Ketatnya Protokol Kesehatan di Pengundian Nomor Paslon

Kamis, 24 September 2020 20:24 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Ketatnya Protokol Kesehatan di Pengundian Nomor Paslon, KPU Cianjur,Pengundian Nomor Urut Paslon

Konferensi pers paslon usai pengundian nomor urut di KPU Cianjur. (Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Keluarnya Peraturan KPU (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pilkada Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Non-alam Covid-19, memaksa KPU Cianjur memperketat agenda pengundian nomor urut pasangan calon (Paslon) Pilkada Cianjur di Aula salah satu Hotel di Cipanas, Kamis (24/9/2020).

Beberapa hal yang diperketat berkenaan dengan kehadiran saat kegiatan pengundian, di antaranya paslon dan tim sukses. Awalnya setiap paslon dibarengi penghubung serta satu orang per parpol pengusung.

Pada hari pelaksanaanya, tiba-tiba KPU Cianjur memberitahukan adanya perubahan PKPU Nomor 13 tahun 2020, setiap paslon hanya didampingi satu orang penghubung saja.

Ketua DPC PPP Kabupaten Cianjur Jimmy Perkasa mengaku sejak malam hari sudah rapat dengan tim partai koalisi untuk mengatur perwakilan yang akan hadir. Keesokannya tiba-tiba diberitahu yang bisa mendampingi hanya penghubung saja.

KPU Cianjur menghubungi penghubung kami, pagi hari (Kamis) diberitahu ada perubahan tentang siapa saja yang masuk, tapi mau bagaimana lagi kami harus terima keputusan tersebut karena landasannya jelas untuk memenuhi protokol kesehatan,” tuturnya.

Begitupun para awak media diberi keluasaan untuk meliput proses pengundian nomor urut paslon di dalam ruangan, disepakati dengan pihak KPU dan pihak kepolisian di dalam hanya ada perwakilan lima wartawan.

Deden Abdul Azis wartawan Tempo mengaku sudah tahu ada lima perwakilan wartawan yang diperbolehkan masuk. Kemudian, rekan-rekan media memilih untuk saling bergantian. Tapi tiba-tiba informasi berubah, hanya satu orang saja di dalam.

“Tentu saja kami kecewa, karena yang bisa masuk itu satu perwakilan wartawan dari PWI dan IJTI yang bisa masuk,” terang Deden Abdul Azis pada Ayobandung.com.

Bahkan, rekan-rekan media asalnya akan melakukan aksi boikot karena peraturan tersebut menghambat kerja wartawan dalam mencari berita.

“Memang sempat akan melakukan aksi boikot seperti halnya di Kabupaten Bandung, tapi akhirnya disepakati adanya jumpa pers setiap paslon dan KPU,” tutur Asep Rusli Sekretaris PWI Cianjur.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers