web analytics
  

Pedagang Lukisan di Braga Kena Imbas PSSB Jakarta

Kamis, 24 September 2020 18:49 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pedagang Lukisan di Braga Kena Imbas PSSB Jakarta, pelukis Braga,Tempat wisata Bandung,PSBB Jakarta,Dampak Corona,updaet corona Bandung,Bandung ZOna Corona,Bandung zona oranye

Sejumlah lukisan karya pelukis di Braga. Para pelukis di Braga tetap menjual lukisan meski Bandung zona oranye corona. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pedagang lukisan di Jalan Braga terdampak pemberlakuan PSBB total di DKI Jakarta. Padahal, kawasan Braga menjadi salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan, terutama warga Jakarta.

Hal itu dikatakan salah seorang pedagang lukisan di Jalan Braga, Dede (58). Dede mengaku para konsumennya, selain dari Kota Bandung, juga banyak dari Jakarta.

"Pengaruh dari pandemi ini pasti ada. Ini kan hampir kebanyakan konsumennya dari Jakarta, sedangkan di sana lagi ketat PSBB. Jadi mungkin orang Jakarta juga males lah di Jakarta PSBB di Bandung juga PSBB, mending nanti aja sesudah pandemi," ujarnya kepada Ayobandung.com, Kamis (24/9/2020).

Dede mengatakan, penghasilan yang dia dapatkan pun menurun ketika pandemi. "Sehari satu ada lah, kadang-kadang kan saya umpamanya tiga hari gak ada yang beli, hari ke empatnya ada yang beli banyak," katanya.

Terlihat beberapa jenis hasil lukisan Dede dipajang di sisi Jalan Braga. Dia menjual berbagai macam motif lukisan seperti pemandangan, kolam ikan, hewan, dan karikatur. Untuk harga lukisan sangat bervariasi tergantung kesulitan dan ukuran lukisan.

"Kalau lukisan karikatur bisa sehari jadi. Sehari bisa bikin dua wajah, kalau harga yang karikatur 2 wajah ini tuh Rp400.000. Lukisan wajah juga sama harganya. Kenapa lukisan wajah lebih mahal? Ya karena detailnya agak sulit," kata Dede.

Lapak lukisan Dede dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. "Kalau lukisan mah gak tiap hari kejual, kalau hasil karya gini mah beda sama penjual nasi," tuturnya.

Tak hanya Braga

Selain para pelukis di Braga, pemberlakuan PSBB total di DKI Jakarta juga berimbas ke sektor pariwisata dan pertanian di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menilai, sektor wisata menjadi yang paling terdampak oleh PSBB Jakarta. Kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang turun drastis, bahkan nyaris tidak ada kunjungan.

"Objek wisata turunnya drastis, hampir 70%. Pengunjungnya memang tidak ada, karena kan yang ke KBB, terutama Lembang, itu rata-rata dari Jabodetabek," kata Aa Umbara, Rabu (23/9/2020).

Saat ini, kata dia, para pengelola wisata di Lembang hanya mengandalkan kunjungan dari wisatawan asal Jawa Barat. Itu pun rata-rata wisatawan hanya jalan-jalan tanpa singgah. 

Selain wisata, sektor pertanian juga menjadi yang terdampak PSBB Jakarta. Menurut Aa Umbara, pengiriman sayuran ke Jakarta dan sekitarnya disetop. Akibatnya, petani rugi. 

"Pertanian di KBB juga sangat terdampak PSBB Jakarta, karena sayurannya tidak laku. Pangsa pasar pertanian KBB itu kan ke Cibitung, Tangerang, Pasar Senen, dan pasar induk lainnya di Jakarta. Sekarang kan tidak boleh masuk ke sana dulu," ucapnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers