web analytics
  

Klaster Keluarga Muncul di Bandung, 299 Warga Positif Covid-19

Kamis, 24 September 2020 18:17 WIB Nur Khansa Ranawati
Bandung Raya - Bandung, Klaster Keluarga Muncul di Bandung, 299 Warga Positif Covid-19, Update Corona Bandung,Klaster keluarga Bandung,Klaster corona Bandung,Corona Bandung

[Ilustrasi] Pemerintah Kota Bandung menemukan sebaran kasus corona Covid-19 klaster keluarga di Kota Bandung. Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, setidaknya ditemukan 299 anggota keluarga yang dinyatakan positif Covid-19. (Pixabay/Congerdesign)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung menemukan sebaran kasus corona Covid-19 klaster keluarga di Kota Bandung. Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, setidaknya ditemukan 299 anggota keluarga yang dinyatakan positif Covid-19.

Jumlah tersebut didapat dari 109 orang yang menjalani tes dan dinyatakan positif Covid-19. Setelah keseratus orang tersebut dinyatakan positif, Dinkes Kota Bandung melakukan penelusuran dan pengetesan kepada masing-masing anggota keluarga mereka dan ditemukan 299 orang yang juga positif Covid-19.

"109 orang itu kepala keluarganya, misalnya bapak atau ibunya yang positif Covid-19. Dari sana kemudian orang-orang satu rumah seperti anak-anaknya di-tracing, (hasilnya) ada 299 anggota keluarga yang positif," ungkap Kepala Dinkes Kota Bandung Rita Verita di Balai Kota Bandung, Kamis (24/9/2020).

Rita mengatakan, 109 orang tersebut menjalani pengetesan di lokasi dan kesempatan yang berbeda-beda. Ada yang melakukan pengetesan mandiri maupun pengetesan masif seperti pengetesan terhadap ribuan ASN di lingkungan Pemkot Bandung.

Menurut Rita, kasus yang dinyatakan sebagai klaster keluarga tersebut rata-rata memiliki dua sampai tiga orang dalam satu rumah yang dinyatakan positif Covid-19. Para anggota keluarga tersebut menjalani pengetesan di puskesmas terdekat.

"Rata-rata satu keluarga itu ada 2 sampai 3 orang yang positif. Anggota keluarganya datang ke puskesmas untuk dites," ungkapnya.

Saat ini, kata dia, ratusan orang tersebut telah menjalani karantina mandiri. Pasalnya, seluruhnya merupakan kasus orang tanpa gejala (OTG). Sementara beberapa di antaranya telah dinyatakan sembuh.

"Mereka isolasi mandiri semua, termasuk satu orang yang dinyatakan positif duluan," ungkapnya.

Bandung Zona Apa?

Dalam seminggu terakhir, mulai Kamis (17/9/2020) hingga Kamis (24/9/2020), Kota Bandung masih berada di zona oranye atau risiko sedang penyebaran corona penyebab Covid-19. Namun, angka reproduksi kasus terus meningkat.

"Kota Bandung masih di level oranye atau terkendali. Kami masih sangat berhati-hati dalam membuka sektor-sektor yang akan direlaksasi," ungkap Oded dalam konferensi pers di Balai Kota Bandung, Kamis (24/8/2020).

"Buka-tutup jalan masih akan dilaksanakan untuk membatasi aktivitas warga yang berpotensi menimbulkan kerumunan," katanya.

Pihaknya hanya akan memprioritaskan relaksasi sektor ekonomi yang memiliki risiko penyebaran corona rendah dengan dampak sosial ekonomi besar. Sejauh ini, belum ditemukan adanya klaster baru di sektor-sektor ekonomi yang direlaksasi.

Sementara itu, angka reproduksi kasus corona di Kota Bandung mengalami peningkatan dari 2 minggu lalu. Per 23 September, angka reproduksi naik menjadi 1,22 dari sebelumnya 0,81.

"Kasus masih terkendali tapi angka produksi meningkat. Per 23 September naik menjadi 1,22," ungkap Oded.

Daftar ruas jalan di Kota Bandung yang ditutup

Menurut informasi resmi dari Humas Setda Kota Bandung, buka-tutup jalan dilakukan

  1. Mulai Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika;
  2. Mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong s/d Asia Afrika - Cikapundung Barat;
  3. Mulai dari Purnawarman - Riau s/d Purnawarman – Wastukencana;
  4. Mulai dari Merdeka - Riau s/d Merdeka – Aceh;
  5. Mulai dari Merdeka - Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Waktu penutupan jalan

Waktu penutupan jalan per hari ini dilakukan 3 kali sehari. Pertama, pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 14.00 WIB-16.00 WIB, kemudian pukul 21.00-06.00 WIB.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers