web analytics
  

Update Corona Cimahi 24 September 2020, 11 Kasus Positif Baru

Kamis, 24 September 2020 17:09 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Cimahi, Update Corona Cimahi 24 September 2020, 11 Kasus Positif Baru, Update Corona Cimahi,Update Covid-19 Cimahi,Informasi Corona Cimahi,Data Covid-19 Cimahi

Imbauan menggunakan masker (https://covid19.cimahikota.go.id/)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM – Setelah mencatat penambahan signifikan tingkat kesembuhaan dalam beberapa hari terakhir, per Kamis (24/9/2020) sore Kota Cimahi mengalami penambahan kasus positif baru virus corona atau Covid-19 sebanyak 11 kasus. Total jumlah kasus aktif saat ini tercatat 61 kasus setelah sehari sebelumnya tercatat sebanyak 50 kasus.

Merujuk situs web https://covid19.cimahikota.go.id/, juga diketahui bahwa tidak terjadi penambahan jumlah kasus sembuh dari sebelumnya 234 kasus. Karena ada penambahan kasus positif baru, tingkat kesembuhan di Cimahi turun dari 80,41 persen menjadi 77,48 persen dari jumlah total 302 kasus.

Untuk jumlah total suspek, diketahui saat ini ada 1.304 kasus. Sebanyak 106 kasus sedang berada dalam proses perawatan atau isolasi. Sementara itu, jumlah kontak erat tercatat sebanyak 8.478 kasus dengan 435 di antaranya menjalani pemantauan.

Meski Cimahi sudah keluar dari zona merah, Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengingatkan bahwa ini bukan berarti pandemi Covid-19 hilang. Ajay mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan selalu menerapkan protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kita gak bosan mengajak masyarakat bersama melawan Covid-19 dengan 4M. Yaitu mengenakan masker, mencuri tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Itu harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan," jelas Ajay.

PSBM Tetap Jalan

Tentang kelanjutan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), Ajay memastikan bahwa kebijakan tersebut tetap diterapkan selama dua pekan ke depan. Contohnya, pengetatan di kewilayahan dan pembatasan kegiatan perekonomian.

"PSBM cukup baik. Memang masih ada yang buka jam 9 (pagi), padahal aturan kan jam 10 (pagi). Nanti kita evaluasi," ungkapnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini menambahkan, untuk mengendalikan virus korona pihaknya akan terus melakukan tes usap sesuai standar WHO. Sedikitnya ada 600 orang yang ikut tes usap di Kota Cimahi dalam sepekan.

"Kita jalan terus, gak bisa direm darurat kalau swab. Swab kita sehari itu rata-rata 100-150 orang," terang Rini. 

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers