web analytics
  

Menikmati Tur Virtual di Dua Museum di Kota Bandung

Kamis, 24 September 2020 16:36 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Bandung Raya - Bandung, Menikmati Tur Virtual di Dua Museum di Kota Bandung, Tur Virtual,Tur Virtual di Bandung,Tur Virtual Museum KAA,Tur Virtual Museum Sri Baduga,Wisata Virtual di Bandung,Museum Konferensi Asia-Afrika,Museum KAA,Museum Sri Baduga,Wisata Virtual di Masa Pandemi

Tangkapan layar tur visual di Mesum Konferensi Asia-Afrika Bandung (http://museumkaa.indonesiaheritage.org/)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 membuat aktivitas wisata mandek. Bisnis wisata, mulai dari pengelolaan tempat-tempat wisata hingga hotel dan restoran, dipaksa tiarap. Warga pun tidak lagi leluasa pelesiran karena imbauan untuk menghindari kerumunan.

Namun, ada dua museum di Kota Bandung yang memberikan layanan tur virtual secara gratis. Warga bisa merasakan sensasi seperti berkunjung langsung ke dalam museum dengan memanfaatkan komputer atau bahkan gawai pribadi di rumah.

Tur virtual bisa menjadi alternatif edukasi bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama. Ada banyak pengetahuan baru yang bisa diperoleh dari kedua museum di Kota Bandung ini.

museum-kaa-2

Museum Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Sebelum pandemi, tercatat sekitar 1.000 orang mengunjungi Museum KAA setiap harinya. Namun sejak pertengahan Maret 2020, pengelola museum yang berada tepat di jantung Kota Bandung tersebut memutuskan untuk menutup sementara operasional museum.

Layanan tur virtual Museum KAA sudah digagas sejak 2013 lalu. Pengembangannya terus berlangsung sampai akhirnya pada 2019 lalu layanan unik tersebut bisa diakses publik melalui gawai. Tampilan visual yang memikat dilengkapi dengan audio untuk beberapa segmen. Salah satunya adalah pidato Bung Karno pada saat KAA 1955.

Dikutip dari situs http://asianafricanmuseum.org/, berikut petikan pidato terkenal berjudul “Let a New Asia and a New Africa be Born”

“Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan, bahwa kita, pemimpin-pemimpin Asia dan Afrika, mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera, apabila mereka bersatu, dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia Afrika tidak akan terjamin. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia, akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian. Saya berharap, bahwa akan menjadi kenyataan, bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali. Ya, lebih dari itu, bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir!”

museum-asia-afrika

Tur virtual Museum KAA menyediakan delapan titik (spot) untuk dijelajahi. Navigasinya sangat mudah. Orang seperti diajak berjalan dari ruangan ke ruangan.  Di tiap titik, pengunjung bisa menyaksikan berbagai benda bersejarah terkait peristiwa KAA pada 1955 silam, mulai dari foto, mimbar, kursi dan meja, hingga lembar-lembar koran.

Museum KAA diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 24 April 1980, bertepatan dengan peringatan 25 tahun KAA. Sejarah mencatat bahwa konferensi yang dihadiri 29 negara ini diakui sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah dunia. Pesan damai dan seruan antipenjajahan menggema keras. Setelah KAA, sejumlah negara di Asia dan Afrika berhasil memperoleh kemerdekaannya.

Tur virtual Museum KAA bisa dinikmati di alamat ini http://museumkaa.indonesiaheritage.org/.

museum-sri-baduga

Museum Sri Baduga

Pengalaman menikmati tur virtual juga bisa diperoleh di Museum Sri Baduga. Tersedia enam titik (spot) yang bisa dijelajahi warga lewat gawai mereka di rumah. Selain tampilan gambar yang memikat, juga tersedia layanan audio di beberapa objek.

Yang menarik dari tur virtual ini, pengunjung bisa memilih menampilkan secara khusus objek-objek yang menjadi koleksi museum di tiap-tiap ruangan. Objek yang dipilih, mulai dari timbangan emas hingga Alquran, bakal tampil dalam wujud tiga dimensi. Layanan ini memudahkan pengunjung untuk melihat secara mendetil.

Museum Sri Baduga didirikan pada 1974 di dengan menggunakan bangunan yang dulunya berfungsi sebagai kantor kawedanan Tegallega. Pada 1980, nama museum ini resminya adalah Museum Negeri Provinsi Jawa Barat. Nama Sri Baduga, nama salah seorang raja yang tertulis di Prasasti Batutulis, disematkan sejak 1990.

museum-sri-baduga-2

Untuk menikmati tur virtual di Museum Sri Baduga, pengunjung bisa mengakses tautan ini http://museumsribaduga.indonesiaheritage.org/.

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers