web analytics
  

Berkas Tindak KDRT Mantan Suami Penyanyi Indonesia Idol Sudah Lengkap

Kamis, 24 September 2020 15:27 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Berkas Tindak KDRT Mantan Suami Penyanyi Indonesia Idol Sudah Lengkap, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),Indonesian Idol

Petugas kepolisian Polrestabes Bandung segera menyerahkan AC beserta barang bukti ke Kejaksaan untuk segera disidangkan. Dalam hal ini, AC melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap mantan istrinya sekaligus penyanyi KP. (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Petugas kepolisian Polrestabes Bandung segera menyerahkan AC beserta barang bukti ke Kejaksaan untuk segera disidangkan. Dalam hal ini, AC melakukan tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap mantan istrinya sekaligus penyanyi KP.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menuturkan, Jaksa telah menyatakan berkas penyidikan kasus KDRT tersebut sudah lengkap atau P21.

"Untuk kasus, oleh kejaksaan sudah dinyatakan P21," ujarnya di Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (24/9/2020).

Dengan demikian, petugas kepolisian akan segera menyerahkan AC beserta barang bukti ke kejaksaan untuk segera di lakukan persidangan.

"Karena sudah P21, maka diserahkan tahap dua tersangka dan barang bukti (ke kejaksaan)," tutur Ulung.

Ulung menjelaskan, penyidik telah mengirimkan surat panggilan kepada Arya. Namun, tidak ada tanggapan dari mantan suami jebolan ajang musik Indonesia Idol itu.

"Kita sudah melakukan pemanggilan kepada tersangka, tapi tersangka tidak hadir," ujarnya.

Sebelumnya, Karen Pooroe melaporkan AC  ke Polrestabes Bandung terkait kasus dugaan tindak KDRT. Dalam hal ini, petugas kepolisian mengatakan KDRT yang dialami Karen Pooroe merupakan kekerasan verbal seperti intimidasi dan ancaman.

Selain itu, petugas kepolisian juga telah mengubah status Arya yang sebelumnya terlapor menjadi tersangka. Penetapan ini berdasarkan keterangan ahli dan bukti rekaman video saat AC mengucapkan kalimat kasar kepada KP.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers