web analytics
  

Pilkada Kabupaten Bandung, Profil Pasangan Nomor Urut 2 Yena-Atep 

Kamis, 24 September 2020 11:47 WIB Mildan Abdalloh
Bandung Raya - Soreang, Pilkada Kabupaten Bandung, Profil Pasangan Nomor Urut 2 Yena-Atep , Pilkada Kabupaten Bandung 2020,Pilkada Kabupaten Bandung,Pasangan Nomor Urut 2 Yena-Atep,Pasangan Yena-Atep

Pasangan Nomor Urut 2 Yena-Atep ((ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang))


SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- PDIP dan PAN sepakat mengusung Yena Iskandar Masoem dan Atep Rizal dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bandung 2020.

Dalam rapat pleno pengundian nomor urut calon yang digelar oleh KPU Kabupaten Bandung pada Kamis (249/2020), pasangan Yena-Atep mendapatkan nomor urut 2.

Keluarga Al Masoem

Yena memiliki latar belakang pendidikan di bidang farmasi. Ia lulus dari MIPA Unpad jurusan farmasi pada 1992 dan setahun kemudian menamatkan Studi Apoteker. Yena melanjutkan studi S2 di universitas yang sama, Bidang Studi Magister Manajemen Rumah Sakit di tahun 2019. Pendidikanya S2 nya ini masih dijalani sampai sekarang. 

Dalam bidang keorganisasian, Yena pernah mengembang tugas sebagai ketua di IAI Kota Bandung periode 2018-2022. Selain itu ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (pordasi) dan Hiswana Migas cabang Bandung-Sumedang.

Wanita kelahiran Bandung 12 November 1973 ini pernah menerima sejumlah tanda penghargaan. Antara lain inspiring speaker di Forum Sadar Hukum dan HAM serta Seminar Nasional Pharmacopela Unpad. 

Yena mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya untuk terjun pilkada kabupaten Bandung. Perwakilan keluarga dan grup Al Masoem, Dadang Muhamad Masoem, menyampaikan keluarganya akan all out untuk memenangkan pasangan Yena-Atep.

Atep dan bobotoh

Pasangan Yena adalah Atep, sosok yang sangat dikenal luas di dunia sepakbola Indonesia khususnya Jawa Barat. 

Atep lahir di Cianjur pada 5 Juni 1985. Pendidikan terakhirnya adalah SMU di Taman Siswa Bandung yang diselesaikan tahun 2003. 

Dalam dokumen yang diserahkan kepada KPU Kabupaten Bandung, tertera pekerjaan Atep sebagai atlet dan wiraswasta. Dalam riwayat pekerjaannya, ia memulai karir sepakbola secara profesional di Persija Jakarta antara tahun 2004 hingga 2007.

Ia kemudian pindah ke Persib Bandung dan menjadi ikon Persib selama 10 tahun hingga 2018. Tahun 2019, ia pindah ke Mitra Kukar dan hanya bermain hingga 2020 sebelum aktif terjun ke politik.

Selain sebagai pemain, Atep menjadi Kepala Sekolah sepak bola SSB Atep 7 sejak 2009 hingga sekarang. 

Atep menjelaskan alasannya terjun ke politik karena melihat pesepakbola dunia yang sukses memenangkan pemilu. Ia mencontohkan George Weah yang sukses menjadi Presiden Liberia. 

Dia ingin menyampaikan bahwa pesepakbola bisa merintis karir lain setelah gantung sepatu, bukan hanya sebagai pelatih saja. 

"Dahsyat"

Visi misi pasangan Yena-Atep dalam pilkada ini disarikan ke dalam satu kata "Dahsyat" kependekan dari Dinamis Agamis Harmonis Sejahterakan Rakyat.

Dahsyat tersebut dijabarkan dalam 14 butir misi. Di antaranya menjadikan kesehatan ibu dan anak sebagai prioritas pembangunan kesehatan. 

Selain itu Yena-Atep akan memberikan perhatian khusus kepada orang tua atau jompo dengan program yang membuat mereka sehat dan tetap produktif.  


 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers