web analytics
  

Dianggap Bisa Tangkal Corona, Ternyata Eukaliptus dan Kayu Putih Berbeda

Kamis, 24 September 2020 10:22 WIB Fira Nursyabani
Gaya Hidup - Sehat, Dianggap Bisa Tangkal Corona, Ternyata Eukaliptus dan Kayu Putih Berbeda, Kalung Kementan,Kementan,Kalung Eukaliptus,eukaliptus,Kayu Putih,Perbedaan eukaliptus dan kayu putih

Kalung anticorona Kementan. (dok. Kementan)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia sempat dihebohkan dengan kalung antivirus yang diproduksi Kementerian Pertahanan (Kementan). Kalung berbasis tanaman atsiri (eucalyptus) itu diklaim bisa membunuh virus dalam 15 menit.

Minyak eukaliptus sering kali diartikan sebagai minyak kayu putih oleh masyarakat. Tapi tahukah Anda jika sebenarnya eukaliptus dan kayu putih ternyata berbeda?

Disarikan dari buku Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster terbitan Kementerian Pertanian, eukaliptus ternyata berbeda dengan kayu putih secara taksonomi.

Eukaliptus termasuk dalam genus Eucalyptus, sedangkan kayu putih termasuk dalam genus Melaleuca. Namun demikian, kedua genus tersebut berasal dari family yang sama, yaitu Myrtaceae.

Tanaman eukaliptus merupakan salah satu tanaman penghasil atsiri yang banyak digunakan dalam formulasi produk farmasi.

Tanaman ini berasal dari Australia, namun beberapa spesies juga dapat ditemukan di Philipina, Papua Nugini dan Indonesia Timur.

Genus Eucalyptus memiliki sekitar 900 spesies namun kira-kira hanya 300 spesies yang menghasilkan minyak atsiri.

Dari hasil uji toksisitas, ekaliptus lebih tinggi risikonya merusak sel dan organ jika terpapar organisme daripada minyak kayu putih.

Secara tradisional, minyak eukaliptus telah dimanfaatkan di berbagai belahan dunia untuk mengatasi masalah saluran pernapasan seperti bronchitis, sinusitis, dan pharyngitis.

Namun keduanya memiliki bahan aktif 1,8 sineol yang dinilai menjadi penghambat utama virus seperti corona.

Produk eukaliptus dan kayu putih juga banyak ditemukan dalam bentuk balsam, inhaler, roll-on, lotion, dan bahan aromaterapi. 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers