web analytics
  

Jakarta PSBB, Pariwisata Lembang Ambruk

Rabu, 23 September 2020 21:44 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Jakarta PSBB, Pariwisata Lembang Ambruk, Pariwisata Lembang,Jakarta PSBB

Pariwisata di Lembang, KBB. (Tri Junari)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sektor pariwisata dan pertanian di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ambruk setelah pemerintah DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menilai, sektor wisata menjadi yang paling terdampak oleh PSBB Jakarta. Penurunan kunjungan wisatawan ke kawasan Lembang turun drastis bahkan nyaris tidak ada kunjungan.

"Objek wisata turunnya drastis, hampir 70%  Pengunjungnya memang tidak ada, karena kan yang ke KBB, terutama Lembang, itu rata-rata dari Jabodetabek," kata Aa Umbara, Rabu (23/9/2020).

Saat ini, terang dia, para pengelola wisata di Lembang hanya mengandalkan kunjungan dari wisatawan asal Jawa Barat. Itu pun rata-rata wisatawan hanya jalan-jalan tanpa singgah. 

"Memang mengandalkan yang lokal, tapi mereka juga hanya makan atau jalan-jalan. Jarang kalau sampai masuk ke objek wisata," terang Aa Umbara.

Selain wisata, sektor pertanian juga menjadi yang terdampak PSBB Jakarta. Menurut Aa Umbara, pengiriman sayuran ke Jakarta dan sekitarnya distop, sehingga petani mengalami kerugian. 

"Pertanian di KBB juga sangat terdampak PSBB Jakarta, karena sayurannya tidak laku. Pangsa pasar pertanian KBB itu kan ke Cibitung, Tangerang, Pasar Senen, dan pasar induk lainnya di Jakarta. Sekarang kan tidak boleh masuk ke sana dulu," ucapnya. 

Aa Umbara berharap, pemberlakuan PSBB di Jakarta bisa segera selesai agar sektor wisata dan pertanian di KBB bisa kembali bergeliat. Hal itu untuk menopang ekonomi masyarakat yang bergerak dari sektor wisata dan pertanian.

"Ya kami hanya bisa berharap segera selesai PSBB Jakarta, terutama selesai juga pandemi. Kasihan petani dan pengelola wisata, mereka kesulitan sekarang," tandasnya. 

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers