web analytics
  

Bursa Transfer Kembali Dibuka, Pelatih Persib Layangkan Kritik Tajam

Rabu, 23 September 2020 19:33 WIB Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Persib - Maung Bandung, Bursa Transfer Kembali Dibuka, Pelatih Persib Layangkan Kritik Tajam, Pelatih Persib Bandung Robert Alberts,Bursa Transfer Kembali Dibuka

Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. (Irfan Al-Faritsi)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Keputusan PSSI membuka transfer window di tengah putaran pertama kompetisi Liga 1 2020 banjir kritik. Tak tanggung-tanggung, kritik Tajam pun dilayangkan Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts. 

Pelatih berkebangsaan Belanda itu tak habis pikir dengan langkah yang diambil PSSI untuk kembali membuka bursa transfer khususnya pemain asing di Liga 1 2020 yang baru akan memasuki pekan ke-4.

Dengan kebijakan ini, Robert bahkan mengecam, transfer window yang dibuka selama September-Oktober 2020 itu merupakan sebuah skandal terang-terangan dalam industri sepak bola Tanah Air.

"Ini tentunya menjadi skandal berikutnya. Skandal yang terang-terangan. Ini semuanya tidak logis," kata Robert usai memimpin sesi latihan di Stadion GBLA, Rabu (23/9/2020).

Kekesalan Robert masuk akal. Apalagi, berdasarkan informasi yang dia peroleh ada 3 klub yang mencoba mengorganisasi untuk bisa kembali membuat bursa transfer. Robert menyebut, 3 klub ini adalah tim yang mendatangkan para pemain muda dari Brasil untuk mengisi slot U-20.

"Dari informasi yang saya dapat, ada 3 klub yang mencoba mengorganisasi 'transfer window Eropa' dan tiga tim ini adalah tim yang mendapat pemain Brasil yang mana semua sudah tahu tentang mereka. Jadi tidak ada transparansi dan tidak ada yang tahu apa yang sedang terjadi," ungkap Robert.

Robert juga menegaskan, hasil voting dalam manager meeting antara PT LIB dengan 18 klub menjadi alasan kuat untuk tidak membuka kembali bursa transfer di pertengahan paruh pertama kompetisi. 

Dalam manager meeting Liga 1 di  Bandung, Senin (21/9/2020), mayoritas klub peserta menolak dibukanya transfer window. Dikabarkan dari total 18 klub peserta, 8 klub menolak adanya penambahan pemain asing untuk lanjutan Liga, 7 setuju dan 3 abstain.

"Ketika melakukan voting pada pertemuan terakhir di Bandung hari Senin lalu, ada 8 klub dari 18 tidak setuju (adanya penambahan pemain asing). 7 tim memilih setuju dan 3 tim netral. Di situasi logis dalam voting, ketika suara terbanyak memenangkan voting maka seharusnya tidak ada transfer window (sebelum lanjutan Liga 1 2020)," katanya.

Robert menegaskan, voting itu seharusnya bisa menjadi alasan untuk tak melanjutkan kebijakan karena banyak klub yang tak setuju bursa transfer Liga 1 kembali dibuka. Namun nyatanya, PSSI kukuh membuka lagi bursa transfer Liga 1 jelang lanjutan kompetisi.

"Itu logis dan masuk akal karena itulah demokrasi dan harus diterima oleh siapapun. Kalau sekarang keputusannya seperti ini, kenapa harus ada voting? kenapa tetap mengirim surat ke FIFA bahwa akan ada transfer window di Indonesia. Itu menyisakan banyak pertanyaan soal sepak bola Indonesia," ujar Robert.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers