web analytics
  

Pedagang di Pasar Baru Berharap Pemerintah Kota Bandung Tinjau Ulang Penutupan Jalan

Rabu, 23 September 2020 15:48 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pedagang di Pasar Baru Berharap Pemerintah Kota Bandung Tinjau Ulang Penutupan Jalan, Pasar Baru Trade Center,Pasar Baru,Pasar Baru Bandung,Penutupan Jalan di Kota Bandung

Seorang penjual kerudung di sekitaran Pasar Baru sedang menunggu pembeli di sela penutupan jalan pagi di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Selasa (22/9/2020). Beberapa penjual kaki lima di Pasar Baru mengalami penurun omzet akibat sepi pembeli karena jalan ditutup. Salah seorang penjual kerudung mengatakan, mengalami penurunan sampai 50% dari pendapatan sebelumnya. (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Para pedagang di Pasar Baru tidak sepakat dengan kebijakan Pemerintah Kota Bandung yang memberlakukan sistem buka tutup jalan sejak Jumat (18/9/2020). Mereka berharap pemerintah Kota Bandung meninjau ulang penutupan jalan tersebut.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru, Iwan Suhermawan, mengatakan pihaknya merasa keberatan dengan adanya penutupan jalan, terutama di Jalan Otista. Iwan juga telah memberikan surat keberatan penutupan jalan Ke Tim Gugus Tugas Kota Bandung.

"Nah dengan kondisi ini jujur kami merasa keberatan, kita telah melayangkan surat keberatan, kalau bisa khusus untuk Jalan Otista tidak diberlakukan penutupan jalan," ujar Iwan kepada Ayobandung.com, Rabu (23/9/2020).

Iwan berpendapat lebih baik pemerintah mendirikan posko-posko penjagaan di beberapa titik Jalan Otista dari pada melakukan penutupan jalan.

"Kalaupun pemerintah mau melakukan pengurangan kerumunan, saya kira penutupan jalan di jam-jam tersebut tidak efektif. Lebih efektif jika pemerintah kota membuat posko-posko yang diisi oleh petugas, baik dari TNI, Polri, maupun Satpol-PP," jelasnya.

"Lalu di pos itu nanti petugas juga melakukan pengawasan. Bukan hanya pengawasan tapi juga edukasi baik itu kepada pedagang ataupun pembeli, agar selalu mengingatkan pentingnya memakai masker, pentingnya mencuci tangan, pentingnya menjaga jarak. Saya kira lebih efektif seperti itu daripada misalnya pemberlakuan buka tutup jalan," kata Iwan.

Ia menambahkan penutupan Jalan Otista malah menyebabkan kemacetan dan kerumunan.

"Contoh saja misalnya di Utara Jalan Otista yang belokan Suniaraja ditutup, sehingga terjadi kemacetan yang luar biasa. Bukankah itu juga jadi menimbulkan kerumunan dan kemacetan, yang menurut saya lebih berbahaya," kata Iwan

"Jadi saya menyarankan kepada pemerintah kota, khusus untuk Jalan Otista dengan sangat kami meminta agar ditinjau ulang bahkan dibatalkan. Akan tetapi dengan melakukan pengawasan yang ketat, baik kepada pedagang ataupun pengunjung yang datang ke pasar baru," ujarnya.

Penutupan lima ruas jalan itu rencananya akan dilakukan selama 14 hari ke depan kemudian akan dievaluasi. Petugaa kepolisian menutup 5 ruas jalan di Kota Bandung, diantaranya yakni Jalan Asia Afrika-Jalan Tamblong, lalu Otista-Suniaraja (Pasar Baru), kemudian Jalan Purnawarman-Jalan Riau, serta Jalan Merdeka-Jalan Riau dan Jalan Merdeka-Jalan Aceh.

 

Editor: Andres Fatubun

artikel terkait

dewanpers