web analytics
  

Pelempar Masjid Nurul Jamil Dago Terancam 5 Tahun Penjara

Rabu, 23 September 2020 13:03 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Pelempar Masjid Nurul Jamil Dago Terancam 5 Tahun Penjara, Masjid Nurul Jamil Dago,Pelemparan masjid Bandung,Masjid Bandung dilempar batu,ulung sampurna jaya

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya menunjukkan barang bukti pelemparan Masjid Nurul Jamil, Rabu (23/9/2020). (Ayobandung.com/Fichri Hakiim)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Masjid Nurul Jamil di Jalan Bukit Dago Selatan No. 1, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, mendapat teror pelemparan batu oleh orang tak dikenal pada pukul 06.00 WIB pagi, Rabu (23/9/2020).

Pelaku melempar beberapa jendela masjid menggunakan batu sehingga kaca jendela pecah. Tak lama kemudian setelah melalukan pelemparan, pelaku berhasil diamankan oleh warga dan langsung dibawa ke kantor polisi.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya, mengatakan pelaku terancam dijerat Pasal 406 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

"Pasal 406 KUHP, dengan ancamannya dua tahun penjara, tapi ini bisa di atas lima tahun," ujarnya.

Hingga kini, petugas kepolisian masih mendalami motif pelemparan yang dilakukan oleh pelaku.

"Saat ini motifnya masih kita dalami, yang jelas dengan tindakan pelemparan ini, itu yang kita proses dulu unsur perbuatannya. Pelaku tidak memiliki pekerjaan, sebagai pengangguran, jadi mondar-mandir saja," ujarnya.

Sementara itu, Ulung menjelaskan saat kejadian pelemparan, tidak ada korban jiwa karena kondisi masjid sedang kosong.

"Keadaan masjid kosong karena sudah jam 6, jadi jemaah sudah keluar semua. Tidak ada orang, kebetulan DKM nya lagi bebersih," kata Ulung.

Ulung mengimbau kepada warga agar tetap tenang dan waspada terkait adanya kasus pelemparan ini.

"Untuk masyarakat Kota Bandung, harap tenang dan tetap waspada, kita saling menjaga dan saling mengingatkan. Apabila ada informasi yang diperlukan, silakan menghubungi bhabinkamtibmas, ke polsek atau ke koramil terdekat," jelas Ulung.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers