web analytics
  

Wacana Penghapusan Matpel Sejarah, Sampoerna Dituding, Nadiem Membantah

Rabu, 23 September 2020 07:06 WIB
Umum - Nasional, Wacana Penghapusan Matpel Sejarah, Sampoerna Dituding, Nadiem Membantah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim,Sampoerna pelajaran sejarah,Fadli Zon,Sampoerna

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Instagram)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Anggota DPR RI Fadli Zon mengendus adanya keterlibatan Sampoerna Foundation sebagai inisiator penghapusan mata pelajaran sejarah.

Ia mendesak agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim segera turun tangan memberikan klarifikasi mengenai isu keterlibatan Sampoerna Foundation tersebut.

"Harus segera ada klarifikasi dari Mendikbud Nadiem @Kemendikbud_RI," kata Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengutip pemberitaan salah satu media yang melaporkan adanya keterlibatan Sampoerna Foundation dalam wacana menjadikan pelajaran sejarah sebagai pelajaran tak wajib di tingkat SMA.

Menurut Fadli Zon, keterlibatan Sampoerna Foundation tersebut merupakan sebuah skandal.

"Kalau pernyataan dalam berita ini benar, bahwa inisiasi penyederhanaan kurikulum yang menghapus mapel sejarah dari Sampoerna Foundation, maka ini bisa dibilang sebuah skandal," ungkapnya.

 

Klarifikasi Sampoerna

Putera Sampoerna Foundation (PSF) membantah tudingan terlibat dalam wacana penghapusan mata pelajaran sejarah yang tengah digodok Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Head of Marketing & Communications Putera Sampoerna Foundation, Ria Sutrisno mengatakan, lembaganya tidak pernah mengusulkan atau berinisiatif melakukan penyederhanaan kurikulum nasional dengan menghapus mata pelajaran sejarah.

"PSF tidak berinisiatif melakukan perubahan atau penyederhanaan kurikulum nasional. PSF juga tidak mengusulkan penghapusan mata pelajaran sejarah," kata Ria dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Selasa (22/9/2020).

Ria menegaskan, PSF juga tidak diminta pemerintah maupun mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan pengkajian, analisis, atau penyusunan naskah akademik.

PSF menyadari pentingnya kurikulum nasional sebagai panduan pendidikan nasional.

Namun, perubahan kurikulum nasional sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah, bukan tanggungjawab masyarakat ataupun sektor privat.

"PSF tidak pernah terlibat taupun berpartisipasi dalam diskusi atau pembahasan kurikulum nasional dan perubahan-perubahannya," ungkap Ria.

PSF sebagai organisasi usaha sosial sudah ada hampir 20 tahun menjalankan program pendidikan dengan mengedepankan kerja sama baik dengan sektor publik, swasta maupun pemerintah.

Tak hanya itu, PSF juga telah membantu meningkatkan akses dan kualitas sekolah dan guru di 94 daerah kabupaten dan kota di 10 provinsi.

Hingga kini, PSF telah menjangkau lebih dari 92.000 guru, 155.000 siswa, 855 sekolah dan 40 madrasah sebagai penerima manfaat.

 

Dibantah Nadiem

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengklarifikasi terkait isu perubahan kurikulum yang akan menghapus mata pelajaran sejarah pada jenjang SMA/SMK dan sederajat.

Nadiem mengatakan isu tersebut tidak benar sebab penyederhanaan kurikulum pendidikan nasional masih dalam proses pembahasan dengan berbagai pihak termasuk organisasi, pakar, dan pengamat pendidikan, yang merupakan bagian penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan.

"Saya ingin mengklarifikasi beberapa hal karena saya terkejut betapa cepat informasi tidak benar menyebar mengenai isu mapel sejarah, saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional," kata Nadiem melalui video instagram pribadinya, Minggu (20/9/2020).

Dia mengakui isu ini muncul dari draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud yang dipresentasikan internal pada 25 Agustus 2020, lalu bocor ke publik.

Namun, draf yang tersebar ini, kata Nadiem bukan satu-satunya pilihan dalam penyederhanaan kurikulum.

"Kami punya banyak puluhan versi berbeda yang sekarang tengah melalui FGD dan uji publik, semuanya belum tentu permutasi tersebut yang menjadi final. inilah namanya pengkajian yang benar dimana berbagai macam opsi diperdebatkan secara terbuka," jelasnya.

Nadiem juga menyebut proses penyederhanaan kurikulum nantinya juga tidak dilakukan secara langsung di semua sekolah melainkan dilakukan secara bertahap melalui uji coba mulai tahun depan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

MUI Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 12:47 WIB

MUI meminta masyarakat untuk bijak memutuskan Salat Idulfitri 1442 Hijriah tetap di rumah saja karena pandemi Covid-19 b...

Umum - Nasional, MUI Imbau Masyarakat Salat Idulfitri di Rumah, Salat Idulfitri di Rumah,Aturan Salat Idulfitri 2021,Majelis Ulama Indonesia (MUI),Salat Idulfitri 1442 Hijriah,Pandemi Covid-19,Salat Idulfitri,silahturahmi secara virtual,aturan pembatasan Covid-19,Ramadan dan Idulfitri

TNI Masih Kejar Titik Magnet dari Kapal Selam Nanggala-402

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 12:45 WIB

Pencarian kapal selam Nanggala-402 yang hilang di Perairan Bali masih terus dilakukan hingga hari ini, Jumat, 23 April 2...

Umum - Nasional, TNI Masih Kejar Titik Magnet dari Kapal Selam Nanggala-402, Kapal Selam Nanggala 402,Kapal Selam Nanggala 402 Hilang Kontak,KRI Nanggala-402,magnet Kapal selam Nanggala-402

Syarat Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan yang Bakal Cair Juni

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 12:10 WIB

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sedang mengupayakan pencairan sisa BLT PBJS Ketenagakerjaan tahun 2020. Ditarget...

Umum - Nasional, Syarat Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan yang Bakal Cair Juni  , BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs ketenagakerjaan 2021,kapan blt bpjs ketenagakerjaan 2021 cair,Jadwal Pencairan BLT BPJS Ketenagakerjaan,blt bpjs,Subsidi Gaji,Subsidi gaji karyawan

Kuota Kartu Prakerja Gelombang 17 Akan Terus Ditambah

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 10:53 WIB

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja baru saja mencabut status kepersertaan di Kartu Prakerja gelombang 15. 

Umum - Nasional, Kuota Kartu Prakerja Gelombang 17 Akan Terus Ditambah, Kartu Prakerja,Prakerja Gelombang 17,Pendaftaran Prakerja Gelombang 17,cara mendaftar Kartu Prakerja gelombang 17,Pelatihan Kartu Prakerja

Oknum Penyidik KPK Terima Suap Ternyata Punya Nilai Terbaik

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 10:43 WIB

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyebut penyidik KPK dari unsur Polri Stepanus Robin Pettuju (SRP...

Umum - Nasional, Oknum Penyidik KPK Terima Suap Ternyata Punya Nilai Terbaik, Penyidik KPK,Penyidik kpk pemerasan,oknum penyidik kpk,pemerasan oleh penyidik kpk,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Upacara 17 Agustus 2024 Diupayakan Digelar di Ibu Kota Baru

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 10:34 WIB

Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman mengatakan, groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Ib...

Umum - Nasional, Upacara 17 Agustus 2024 Diupayakan Digelar di Ibu Kota Baru, ibu kota baru Kalimantan Timur,Ibu Kota Baru Kalimantan,Ibu Kota Baru,Upacara 17 Agustus

4 Langkah Proses Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 09:49 WIB

Pendaftaran Bantuan Langsung Tunai (BLT), dari program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) Kementerian Koperasi dan Usa...

Umum - Nasional, 4 Langkah Proses Pencairan BLT UMKM Rp1,2 Juta, BLT UMKM,BLT UMKM Rp1,2 Juta,BLT Rp1,2 Juta,Pencairan BLT UMKM,blt umkm cair

Larangan Mudik, Garuda Perketat Aturan Perjalanan Penumpang

Nasional Jumat, 23 April 2021 | 09:44 WIB

Garuda Indonesia akan memperketat aturan perjalanan penumpang. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang lara...

Umum - Nasional, Larangan Mudik, Garuda Perketat Aturan Perjalanan Penumpang, Garuda Indonesia,garuda indonesia perketat perjalanan penumpang,Larangan Mudik,Larangan Mudik 2021,Larangan Mudik Lebaran 2021,larangan Mudik lebaran tahun 2021

artikel terkait

dewanpers