web analytics
  

Kasus Covid-19 Tersebar di 50% Wilayah Kabupaten Tasikmalaya

Rabu, 23 September 2020 06:08 WIB Irpan Wahab Muslim
Umum - Regional, Kasus Covid-19 Tersebar di 50% Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Positif Covid-19 tasikmalaya,Covid-19 Tasikmalaya,Berita Tasikmalaya,Tasikmalaya Hari Ini

Ilustrasi rapid test Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari sigesit119.tasikmalayakab.go.id, setidaknya sudah ada 60 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya hingga Selasa (22/9/2020).

Dengan perhitungan pasien sembuh 48 orang, dalam masa isolasi dan perawatan 20 orang dan meninggal 2 orang. Sementara angka kontak erat mencapai 661 orang, suspek 1.594 orang dan probabel 8 orang.

Jumlah 60 orang terkonformasi positif Covid-19 itu, tersebar di 50% wilayah Kabupaten Tasikmalaya atau di 20 kecamatan dari 39 kecamatan yang ada. Hanya 19 kecamatan yang terbebas dari kasus positif Covid-19.

Kepala pelaksana harian gugus tugas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya Muhammad Zen menuturkan, kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya karena adanya swab massal yang digelar dibeberapa wilayah.

"Kemungkinan angkanya terus naik karena swab massal masih dilakukan sampai sekarang," ucap Zen, Selasa (22/9/2020).

Zen menambahkan, sejauh ini, peredaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya merupakan import case. Misalnya, pada kasus siswa SD dan ibunya yang baru pulang berkunjung dari wilayah Bogor.

"Seluruhnya itu import case. Belum ada ditemukan penyebaran dari Tasik secara murni. Semuanya berasal dari wilayah zona merah, " kata Zen.

Dari 20 kecamatan itu, kata Zen, Kecamatan Cipatujah menjadi wilayah paling banyak kasus Covid-19 mencapai 25 kasus. Wilayah kedua yakni Kecamatan Sukarame mencapai 4 kasus.

"Kita menjaga yang 19 wilayah itu agar tidak ada kasus terkonfirmasi positif Covid-19 salah satunya gencar operasi yustisi dan sosialisasi protokol kesehatan, " ucap Zen.

 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers