web analytics
  

4 Fakta Kasus Penerobosan Gerbang Mapolres Tasikmalaya

Rabu, 23 September 2020 05:36 WIB Fichri Hakiim
Umum - Regional, 4 Fakta Kasus Penerobosan Gerbang Mapolres Tasikmalaya, Mapolres Tasikmalaya Kota ditabrak,Penabrakan Mapolres Tasikmalaya Kota,penabrak Mapolres Tasikmalaya,Berita Tasikmalaya,Berita Tasikmalaya Hari Ini

Aksi terobos gerbang Mapolres Tasikmalaya Kota yang terekam kamera CCTV, Senin (21/9/2020). (Ist)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah mobil minibus hitam bernomor polisi D1783X menabrak gerbang Polres Tasikmalaya Kota, Senin (21/9/2020) pukul 01.20 WIB dini hari. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas kepolisian mengungkan sejumlah fakta dari pelaku HS (42).

1. Meneriakkan 'Besok Kiamat'

Aksi nekat pelaku terekam kamera CCTV yang terpasang di pos jaga Polres Tasikmalaya Kota.  Anggota yang sedang melaksanakan piket penjagaan, Bripka Irvan Darmawan, mengungkapkan, saat kejadian ia dikagetkan dengan suara klakson kendaraan.

Mobil yang datang dari arah Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya langsung berbelok ke arah  Mako dengan menabrak pembatas jalan terlebih dahulu. Lalu mobil tersebut menabrak masuk pintu gerbang Mako sebelah kiri.

Mobil terus masuk ke dalam kompleks Polres Tasikmalaya dan berhenti di depan ruangan pokja wartawan. Laki-laki yang belakangan diketahui bernama Hendri Silaban (42) itu kemudian turun dari mobil sambil berteriak 'besok kiamat'.

2. Pemilik toko miras

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menjelaskan bahwa HS (42) merupakan pemilik toko miras di Tasikmalaya.

Ia nekat menerobos Mapolres Tasikmalaya setelah toko mirasnya terkena razia beberapa waktu lalu. Seluruh miras di tokonya turut disita petugas kepolisian.

"Dari kejadian tersebut, setelah didalami ada surat dalam handphone-nya itu penyerahan barang bukti. Ternyata pelaku itu pada tanggal 11 September kena razia tindak pidana ringan (tipiring) oleh satuan Sabhara Polres Tasikmalaya," ujar Erdi di Polda Jawa Barat, Selasa (22/9/2020).

3. Diduga depresi

Tersangka juga diduga depresi setelah toko mirasnya toko miras miliknya terjaring razia.

"Ada beberapa miras yang disita, nah oleh karena itu mungkin banyak barang dagangannya yang disita. Jadi yang bersangkutan agak sedikit depresi dan pada malam itu dia melakukan penerobosan ke Polres Tasikmalaya Kota" jelas Erdi.

4. Tak terindikasi paham radikal

Kombes Pol Erdi memastikan pelaku HS tidak terindikasi paham radikal. Masalahnya murni dipicu oleh tindak pidana ringan yang dilakukannya.

"Untuk sementara hasil perkembangan penyidikan itu gak ada (paham radikal), ini masalah individu saja. Masalah personal yang dihadapi beberapa waktu lalu, toko yang bersangkutan menjual miras kemudian dilakukan tipiring, nah mungkin karena itu depresi langsung melakukan penerobosan ke polres Tasikmalaya," ujar Erdi.

Erdi menuturkan, saat ini pelaku telah diamankan dan berstatus menjadi tersangka. "Jadi gak ada unsur psikologis, ini masalah personal dan sekarang sudah dilakukan penahanan dengan tiga pasal berlapis," tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat beberapa Pasal dan ancaman hukuman lima tahun penjara.

"Pelaku dijerat beberapa Pasal, yaitu Pasal 356, Pasal 213 kemudian yang terakhir adalah Pasal 406. Nah semua ini yang menyangkut masalah pengrusakan, penganiyaan kepada petugas dan melawan petugas. Anggota yang menghadang dan melumpuhkan yang bersangkutan itu mengalami luka lecet jadi tiga pasal itu yang dikenakan," jelas Erdi.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers