web analytics
  

Masker Scuba Bahaya! Per Hari, Masker 3 Lapis Harus Bawa Berapa?

Minggu, 20 September 2020 15:29 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Masker Scuba Bahaya! Per Hari, Masker 3 Lapis Harus Bawa Berapa?, Masker scuba dilarang,masker batik,masker kain tiga lapis,masker menurut standar WHO,Masker Corona,Cara Mencegah Virus Corona

[Ilustrasi] Pekerja menyelesaikan produksi masker batik di rumah produksi Batik Komar, Jalan Cigadung Raya Timur, Kota Bandung, Kamis (23/4/2020). Masker batik tersebut dijual dengan harga Rp100.000 per 5 buah yang dipasarkan di wilayah Bandung Raya. (Ayobandung.com/Kavin Faza) (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masker scuba tidak dianjurkan dipakai karena berisiko membuat droplet semakin mengecil. Potensi orang-orang sekitar terjangkit corona pun membesar.

Masker scuba adalah masker yang tingkat efektivitasnya minim menangkal droplet. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menganjurkan pemakaian masker 3 lapis dalam masa pandemi Covid-19. Saat bepergian, dianjurkan membawa masker cadangan.

Dr Pande Putu Agus Mahendra mengatakan, masker adalah alat pelindung diri wajib dalam protokol kesehatan selama Covid-19 masih ada. Prinsip penggunaan masker adalah demi menghindari orang dari terkena paparan droplet maupun membuat orang lain tertular penyakit melalui percikan air liurnya.

Pengguna masker tetap harus menjaga jarak minimal satu hingga tiga meter dengan orang lainnya. Pande mengingatkan agar karyawan yang bekerja di kantor menyiapkan 3 sampai 5 lembar masker kain dan rajin mengganti filternya.

"Kita bisa pakai masker kain apa saja, tapi yang disarankan tiga lapis, tambahkan lapisan filter di dalamnya," kata Pande, dikutip dari Republika.co.id, Minggu (20/9/2020).

Masker kain dan atau masker bedah sebenarnya hanya bisa digunakan 3 hingga 4 jam. Karenanya, penting untuk selalu membawa cadangan.

Pande mengingatkan agar kebersihan masker terjaga ketika mengenakannya. Andaikan sudah basah, segera diganti.

Bagaimana dengan face shield? Pande menjelaskan, penutup wajah penggunaannya bisa dilakukan saat dalam kerumunan orang dalam radius dekat.

Pelindung wajah dapat mencegah kontak tangan ke muka dan juga lontaran droplet. Face shield juga harus selalu dibersihkan.

Lebih lanjut, Pande menjelaskan, selain wajib masker, penting juga beradaptasi dengan protokol kesehatan lainnya. Salah satunya menjaga kebersihan alas kaki. 

"Alas kaki membawa droplet terbawa ke lingkungan kita, kita mau kerja dan pulang yang harus dibersihkan alas kaki, bisa dibersihkan disinfektan merek apa saja," kata Pande.

Beberapa hal baru lain yang harus menjadi kenormalan baru, termasuk membawa peralatan makan dan perlengkapan shalat sendiri saat ke kantor. Pande menungkapkan bahwa satu per satu obat yang tadinya dianggap bisa memerangi virus, sudah berguguran.

"Jadi, menjaga diri dengan melakukan pola hidup sehat adalah pilihan terbaik," tutur Pande yang juga dokter spesialis gizi klinis.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers