web analytics
  

Jalan Pasar Baru Bandung Ditutup, 60% Pedagang Terancam Bangkrut

Selasa, 22 September 2020 19:50 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Jalan Pasar Baru Bandung Ditutup, 60% Pedagang Terancam Bangkrut, Penutupan Jalan di Kota Bandung,Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista),Pasar Baru Bandung,Pasar Baru Bandung Ditutup

Seorang penjual kerudung di sekitaran Pasar Baru sedang menunggu pembeli di sela penutupan jalan pagi di Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Selasa (22/9/2020). Beberapa penjual kaki lima di Pasar Baru mengalami penurun omzet akibat sepi pembeli karena jalan ditutup. Salah seorang penjual kerudung mengatakan, mengalami penurunan sampai 50% dari pendapatan sebelumnya. (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah ruas jalan di Kota Bandung dibuka-tutup sejak Jumat (18/9/2020) guna menekan angka penyebaran virus corona. Salah satunya Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) tempat berdirinya Pasar Baru. Para pedagang di Pasar Baru melakukan protes karena terdampak penutupan jalan.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Iwan Suhermawan mengatakan, dampak penutupan Jalan Otista sangat dirasakan pedagang, terutama dari sisi ekonomi dan sosial.

"Dampaknya sangat luar biasa ya, dampak merugikan terutama dari sudut pandang ekonomi dan sosial. Para pedagang Pasar Baru saat ini sedang mencoba untuk mengatasi kesulitan-kesulitan mereka, akibat dari pemberlakuan PSBB berkali-kali di bulan-bulan yang lalu, itu sangat memukul telak para pedagang Pasar Baru dan sekitarnya," ujarnya kepada Ayobandung.com, Selasa (22/9/2020).

Iwan menuturkan, 60% para pedagang di Pasar Baru berada diambang kebangkrutan. Selain itu, banyak lapak yang kosong karena pedagang tidak mampu membayar sewa lapak.

"Jujur saja, para pedagang yang ada di dalam Pasar Baru ini efek dari PSBB kemarin itu, hampir 60% mereka sudah di ambang kebangkrutan. Jadi bisa dilihat di dalam pasar baru begitu banyak jongko-jongko (lapak) yang kosong, penyewa-penyewa yang tidak dilanjutkan lagi menyewa tempatnya. Ini semua efek dari pandemi Covid-19 sangat luar biasa ketika PSBB kemarin," kata Iwan.

Setelah melewati masa PSBB beberapa bulan lalu, kata Iwan, para pedagang mulai menjajakan dagangannya. Namun, adanya pemberlakuan buka-tutup di Jalan Otista, membuat para pedagang harus memutar otak kembali.

"Nah, dua-tiga bulan terakhir para pedagang alhamdulillah sudah bisa beraktivitas lagi setelah PSBB. Tiga bulan terakhir ini kita sedang recovery dan sulitnya luar biasa untuk bangkit," ujarnya.

Diketahui, Pemerintah Kota Bandung memberlakukan buka-tutup jalan setiap pukul 09.00-11.00 WIB, 14.00-16.00 WIB, dan pukul 21.00-06.00 WIB,

"Kebijakan seperti ini, ya jujur saja sangat memberatkan bagi kami. Di tengah-tengah kesulitan kami, jalan utama yang mau masuk ke Pasar Baru itu ditutup. Sementara jam-jam yang diberlakukan itu adalah jam-jam pas bagi pedagang untuk beraktivitas," kata Iwan.

Sebelumnya, upaya penutupan jalan tersebut merupakan salah satu langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Penutupan lima ruas jalan itu rencananya akan dilakukan hingga 1 Oktober 2020. Kemudian kebijakan itu akan dievaluasi.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers