web analytics
  

Ketua DPRD Kota Bandung: Di tengah Pandemi, Antisipasi Banjir dan Longsor Jangan Lupa

Selasa, 22 September 2020 19:35 WIB Tri Joko Her Riadi
Bandung Raya - Bandung, Ketua DPRD Kota Bandung: Di tengah Pandemi, Antisipasi Banjir dan Longsor Jangan Lupa, banjir di Bandung,Antisipasi Banjir di Bandung,Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan

Curah Hujan Tinggi. (Ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengingatkan agar Pemerintah Kota Bandung secepatnya mengerjakan program-program antisipasi banjir dan longsor menjelang musim penghujan. Ia mempertanyakan program ‘Mapag Hujan’ yang belum terlihat dikerjakan secara signifikan di lapangan.

“Kerja penanganan pandemi Covid-19 harus jalan terus, tapi jangan lupakan juga kerja mengantisipasi potensi bencana banjir dan longsor. Musim penghujan sudah datang, tapi belum terlihat kerja signifikan di lapangan,” tutur Tedy lewat saluran telepon, Selasa (22/9/2020) sore.

Banjir dan longsor merupakan bencana yang berpotensi menimpa Kota Bandung selama musim penghujan. Wilayah kota yang ada di dasar Cekungan Bandung membuatnya rentan menerima kiriman air dalam volume besar dari Kawasan Bandung Utara (KBU). Akibat alih fungsi lahan yang tak terkendali di wilayah yang lebih tinggi itu, volume air hujan yang melimpas ke permukaan semakin besar sementara pada saat bersamaan daya tampung system drainase menciut akibat sedimentasi.

Salah satu bencana banjir bandang terbesar di Kota Bandung terjadi pada pertengahan Maret 2018 lalu. Gelontoran air dari utara merusak kawasan Cicaheum dan menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Menurut Tedy, program ‘Mapag Hujan” yang digulirkan pada Oktober 2019 lalu terbuktif relatif efektif mengantisipasi bencana banjir dan longsor sepanjang musim penghujan. Ia berharap Pemkot dapat menerapkan kebijakan serupa, atau bahkan bisa lebih sigap lagi.

“Koordinasi dengan kewilayahan harus lebih kuat lagi. Pembersihan drainase dan gorong-gorong secara rutin jadi prioritas setiap hari,” katanya.

Tedy menyatakan, DPRD Kota Bandung sudah mendorong sekaligus mendukung percepatan program antisipasi banjir lewat pengalokasian ulang APBD Perubahan 2020. Dana senilai Rp 8 miliar disiapkan untuk program-program antisipasi banjir.

“Memang dana sejumlah itu dibagi-bagi ke dalam beberapa program, termasuk perawatan jalan dan penerangan jalan umum (PJU). Namun, penanganan banjir tetap jadi prioritasnya,” katanya.

 

Penyumbatan di Tol

Secara khusus, Tedy Rusmawan menyoroti pentingnya pelaksanaan program antisipasi banjir di sepanjang daerah perbatasan dengan Kabupaten Bandung. Salah satu permasalahan yang sering menjadi sumber banjir adalah penyumbatan atau penyempitan saluran drainase di bawah jalan tol.

“Harus ada kerja ekstra di sana. Koordinasi dengan Pemkab diperkuat. Juga dengan provinsi terkait proyek KCIC yang masih jalan. Harus betul-betul diwaspadai di sepanjang perbatasan itu,” ucap Tedy.

Editor: Tri Joko Her Riadi
dewanpers