web analytics
  

Dokter Meninggal karena Covid-19 Bertambah Jadi 119

Selasa, 22 September 2020 12:50 WIB
Umum - Nasional, Dokter Meninggal karena Covid-19 Bertambah Jadi 119, nama dokter meninggal Covid-19,PB IDI,dokter covid-19 meninggal,Tenaga medis Covid-19 meninggal

Ilustrasi tenaga medis dalam penanganan Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memperbarui data dokter yang gugur Covid-19 di Indonesia.

Ketua Umum PB IDI dr. Daeng Faqih mengatakan, hingga saat ini jumlah dokter yang meninggal dunia akibat Corona terus bertambah hingga 117 dokter.

"Kita sudah meng-update data, dokter yang gugur mungkin sekarang ini, data yang kami peroleh dari tim mitigasi di PB IDI itu 117 yang meninggal," kata dr Daeng dalam diskusi dari BNPB, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Sementara Koalisi Warga untuk Lapor Covid-19 dalam akun Twitternya @laporcovid mengabarkan per Selasa (22/9/2020) pukul 10.00 WIB tadi jumlah dokter yang gugur sudah mencapai 119 orang.

"Lelayu Dokter ke 119, Telah gugur syuhada #lawanCovid, Prof. dr Dewa N. Wirawan, guru besar epidemiologi, pada Selasa 22/9/2020 pukul 02.00 WITA di RSUP Sanglah Denpasar. Semoga amal ibadahnya diterima Tuhan," tulis @laporcovid.

Oleh sebab itu, dr Daeng meminta seluruh dokter untuk terus meningkatkan perlindungan diri dengan disiplin protokol kesehatan baik ketika bekerja maupun ketika beristirahat.

"Mungkin tenaga kesehatan lain juga sama, banyak yang sudah meninggal, artinya memang di pelayanan kesehatan ini bagi kawan-kawan tenaga kesehatan yang melakukan perawatan kepada saudara kita yang sakit barangkali perlu kita tingkatkan perlindungannya," ungkapnya. 

Sebelumnya, Tim Mitigasi PB IDI mencatat per 10 September 2020 lalu ada 109 dokter gugur yang terdiri dari tujuh guru besar atau profesor, 49 dokter spesialis, dan 53 berasal dari dokter umum.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers