web analytics
  

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi hingga Sepekan ke Depan

Selasa, 22 September 2020 11:13 WIB Firda Puri Agustine
Umum - Regional, Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi hingga Sepekan ke Depan, Cuaca ekstrem,Cuaca Ekstrem 2020,Banjir bandang Bogor,Banjir Bandang Sukabumi,BMKG

Tangkapan layar luapan Sungai Cisaketi dan Cianten di Kecamatan Pamijahan, Bogor, Senin (21/9/2020). (Ist)

BEKASI, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait adanya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan selama September-Oktober ini, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung. Kondisi hujan yang tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat.

“Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem dalam periode 22-28 September 2020 seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa (22/9/2020).

BMKG juga telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan 2020. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020.

“Masyarakat diiimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (21/9/2020) telah terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh hujan lebat. Curah hujan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam (15.00-19.00 WIB) teramati di Citeko.

Hujan lebat ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi). Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat.

Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung meningkatkan luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, dan berdampak pada banjir di DKI Jakarta kemarin malam. 

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers