web analytics
  

Cegah Klaster Pilkada, Pendukung Paslon Dilarang Konvoi

Selasa, 22 September 2020 10:16 WIB Aini Tartinia
Umum - Nasional, Cegah Klaster Pilkada, Pendukung Paslon Dilarang Konvoi, Maklumat Kapolri,Klaster Covid-19,Klaster Pilkada,Pilkada Serentak 2020,Kapolri Jenderal Pol Idham Azis

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono. (dok: Div Humas Polri)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kapolri Jenderal Idham Azis melarang pendukung pasangan calon (paslon) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 untuk melakukan arak-arakan atau konvoi. Larangan itu untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, maklumat tersebut dikeluarkan untuk dipatuhi calon kepala daerah terutama dalam penerapan protokol kesehatan.

“Tentunya kita keluarkan agar menekan sekecil mungkin di tahapan klaster pilkada,” kata Argo lewat keterangannya, Senin (21/9/2020) kemarin.

Menurut Argo, Maklumat Kapolri ini merupakan kelanjutan dari Instruksi Presiden RI Joko Widodo, terkait pencegahan penyebaran virus corona.

“Tentunya sesuai arahan Presiden pada 7 September 2020, bahwa agar waspadai klaster corona, pertama kantor, kedua keluarga, ketiga Pilkada. Tentunya adanya hal tersebut Polri keluarkan Maklumat,” ujar Argo.

Berikut isi maklumat Kapolri Tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020, tertulis empat poin:

1. Pilkada 2020 merupakan pelaksanaan kedaulatan rakyat secara konstitusional yang dilindungi undang-undang, maka diperlukan penegasan pengaturan agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

2. Untuk memberikan perlindungan dan menjamin keselamatan kepada penyelenggara pemilihan, peserta pemilihan, pemilih dan seluruh pihak yang terkait dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada adaptasi kebiasaan baru, dengan ini Kapolri mengeluarkan maklumat;

a. Dalam pelaksanaan Pilkada 2020, tetap mengutamakan keselamatan jiwa dengan mematuhi kebijakan dan peraturan pemerintah terkait penanganan, pencegahan, serta protokol kesehatan Covid-19.

b. Penyelenggara Pilkada 2020 wajib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

c. Pengerahan massa pada setiap tahapan pemilihan tidak melebihi batasan jumlah massa yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

d. Setelah selesai melaksanakan setiap kegiatan tahapan, semua pihak yang terlibat dan masyarakat agar segera membubarkan diri dengan tertib tanpa arak-arakan, konvoi, atau sejenisnya.

3. Bahwa apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

4. Demikian maklumat ini disampaikan untuk diketahui dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat.

Editor: Fira Nursyabani

terbaru

Kangen Keluarga, Edhy Prabowo Minta Bantuan Yasonna Laoly

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 22:34 WIB

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan selama dua bulan didalam penjara belum dapat bertemu kelu...

Umum - Nasional, Kangen Keluarga, Edhy Prabowo Minta Bantuan Yasonna Laoly, Edhy Prabowo,Menkumham Yasonna Laoly,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 20:45 WIB

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis (21/1/2021) malam pukul 19:23 WIB. Namun...

Umum - Nasional, Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa Sulawesi Utara,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.703 Orang

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 20:42 WIB

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada hari ini memperlihatkan penambahan kasus baru sebanyak 11.703 orang. Dengan p...

Umum - Nasional, Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.703 Orang, Covid-19 di Indonesia,Satgas Covid-19

Oppo Reno5 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Cuma Rp4 Jutaan

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:56 WIB

Oppo Reno 5 resmi hadir di Indonesia dan dijual cukup murah sesuai dengan kelasnya yakni Rp4,999 juta.

Umum - Nasional, Oppo Reno5 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Cuma Rp4 Jutaan, Spesifikasi OPPO Reno5,OPPO Reno5,Oppo,Reno5,Harga Oppo Reno5,nfc,layar amoled,pemindai sidik jari

Indonesia Cetak Rekor Baru Angka Kematian Covid-19

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:54 WIB

Indonesia Cetak Rekor Angka Kematian Covid-19

Umum - Nasional, Indonesia Cetak Rekor Baru Angka Kematian Covid-19, Update Corona Covid-19 Indonesia,Update Covid-19 Indonesia,Covid-19 Indonesia,Positif Covid-19 Indonesia,Sembuh Covid-19 Indonesia

Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:43 WIB

Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari-8 Februari 2021.

Umum - Nasional, Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021, ppkm jawa bali,PPKM,pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,Airlangga Hartarto,Presiden Jokowi,COVID-19,aturan ppkm

Ribuan Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak Akibat Gempa

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:47 WIB

Sebanyak 5.080 dosis vaksin Covid-19 di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, rusak akibat gempa pada 15 Januari 20...

Umum - Nasional, Ribuan Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak Akibat Gempa, Vaksin Covid-19,Vaksin COvid-19 di Mamuju Rusak,Vaksin Covid-19 rusak,Gempa Mamuju,Mamuju

Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG Beri Penjelasan

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:27 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena itu juga disebut Waterspout.

Umum - Nasional, Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG Beri Penjelasan, Puting beliung Wonogiri,Fenomena Waterspout,Waterspout Wonogiri,Wonogiri
dewanpers