web analytics
  

Hanyut Saat Banjir Bandang Sukabumi, 3 Orang Masih dalam Pencarian

Selasa, 22 September 2020 09:46 WIB Fira Nursyabani
Umum - Regional, Hanyut Saat Banjir Bandang Sukabumi, 3 Orang Masih dalam Pencarian, Banjir Bandang Sukabumi,Banjir Sukabumi,korban banjir Sukabumi,BPBD Kabupaten Sukabumi,Banjir

Banjir bandang melanda Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020). (dok. BPBD Kabupaten Sukabumi)

SUKABUMI, AYOBANDUNG.COM -- Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengidentifikasi, 3 orang di Kecamatan Cicurug hanyut saat banjir bandang terjadi. Ketiganya masih dalam pencarian petugas di lapangan. 

"TRC BPBD Sukabumi mencatat wilayah yang terdampak di Kabupaten Sukabumi di antaranya Kecamatan Cicurug, Parung Kuda, dan Cidahu," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati, dalam keterangan resminya yang diterima Ayobandung.com, Selasa (22/9/2020).

Lima desa yang terdampak di Kecamatan Cicurug antara lain Desa Pasawahan (Kampung Cibuntu), Desa Cisaat (Kampung Cipari), Desa Mekarsari (Kampung Lio dan Nyangkowek), dan Desa Bangbayang (Perum Setia Budi), Kelurahan Cicurug (Kampung Aspol).

Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Parung Kuda berada di Desa Langensari (Kampung Bojong Astana) dan Desa Kompa (Kampung Bantar). Pusdalops BNPB masih memonitor situasi pascabanjir bandang di tiga kecamatan terdampak. 

Sementara ini, BPBD mencatat 20 orang mengalami luka-luka, sedangkan 210 keluarga mengungsi dari Kecamatan Cicurug. Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, petugas masih terus melakukan pendataan di tiga kecamatan terdampak.

Data sementara BPBD Sukabumi mengidentifikasi kerugian di tiga kecamatan ini antara lain, rumah rusak berat 6 unit, rusak sedang 3, sedangkan rumah terdampak 306 unit. Sarana publik yang terdampak antara lain jembatan rusak berat 10 unit dan musala terendam 1 unit. 

Hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Citarik-Cipeuncit pada Senin (21/9/2020), pukul 17.00 WIB, memicu banjir bandang di wilayah Sukabumi.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Jawa Barat pada 22 dan 23 September 2020 masih berpotensi hujan dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers