web analytics
  

BMKG: Banjir Bandang Bogor-Sukabumi Dipicu 3 Fenomena Atmosfer

Selasa, 22 September 2020 09:32 WIB Suara.com
Umum - Regional, BMKG: Banjir Bandang Bogor-Sukabumi Dipicu 3 Fenomena Atmosfer, Banjir bandang Bogor,Banjir Bandang Sukabumi,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),Penyebab banjir Bogor,gelombang Rossby

Banjir bandang di Kecamatan Cicurung, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2020). (dok. BPBD)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang terjadi pada Senin (21/9/2020) diakibatkan oleh hujan lebat yang dipicu kondisi atmosfer yang labil.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bencana alam itu juga diperkuat oleh fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi).

"Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat," kata Deputi bidang Meteorologi BMKG Guswanto dalam keterangan yang diterima, Selasa (22/9/2020).

Pada Senin (21/9) telah terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh hujan lebat. Curah hujan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam (15.00-19.00 WIB) teramati di Citeko.

Terkait kejadian tersebut, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu 3 jam-an untuk wilayah Jawa Barat sebelum terjadinya banjir bandang pada 21 September 2020 sebanyak 5 kali mulai dari jam 13.45 WIB hingga 22.50 WIB.

Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang dan sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, sehingga masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi genangan.

BMKG telah mengeluarkan informasi prakiraan awal musim hujan 2020. Diprediksikan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode awal musim hujan mulai akhir Oktober-November 2020.

Selama September-Oktober, periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers