web analytics
  

Belasan Hotel di Bandung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Covid-19

Selasa, 22 September 2020 08:28 WIB Tri Joko Her Riadi
Bandung Raya - Bandung, Belasan Hotel di Bandung Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Covid-19, Hotel Isolasi Covid-19,Hotel Isolasi Covid-19 di Bandung,Update Corona Bandung,Update Covid-19 Bandung

Ilustrasi -- Kamar Hotel. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Belasan hotel di Kota Bandung, mulai dari bintang 2 hingga bintang 4, diusulkan menjadi tempat isolasi pasien Covid-19. Jumlah kamarnya beragam, mulai dari yang paling sedikit 17 kamar hingga yang paling banyak 292 kamar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar menyatakan, PHRI melakukan pendataan sesuai ajakan kerja sama dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Barat. Nama-nama hotel merupakan hasil koordinasi PHRI dengan anggota-anggotanya yang menyediakan diri. 

Dijelaskan Herman, hotel-hotel isolasi Covid-19 di Bandung ini nantinya tidak hanya melayani warga Kota Bandung, melainkan juga warga dari daerah-daerah sekitar. Program penggunaan hotel sebagai tempat isolasi merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Seluruh biaya perawatan pasien ditanggung oleh pemerintah.

“Tugas kami mengumpulkan nama-nama hotel lalu melengkapi setiap data yang dibutuhkan. Proses seleksi dan pelatihan sepenuhnya kewenangan Satgas (Satuan Tugas Penanganan Covid-19). Hotel-hotel inilah yang diusulkan,” tutur Herman.

Dari data belasan yang diusulkan PHRI Jawa Barat, diketahui bahwa total kapasitas daya tampung hotel isolasi di Bandung ini mencapai 917 kamar. Jumlahnya akan bertambah seiring penambahan jumlah hotel yang didaftarkan sebagai hotel isolasi Covid-19.

Selain belasan hotel di Kota Bandung, PHRI Jawa Barat juga menyodorkan dua nama hotel lain di kawasan Bandung Raya, masing-masing satu di Soreang, Kabupaten Bandung serta Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Total kapasitasnya mencapai 302 kamar.

Keberatan pihak hotel

Usulan daftar hotel yang akan dijadikan tempat isolasi ini belum tersampaikan dengan baik.

General Manager Dago Highland Resort, Syamsudin, mengklarifikasi bahwa pihaknya saat ini masih dalam tahap bertanya mengenai proses dan prosedurnya.  

"Kami tidak bersedia menjadi tempat isolasi dan menerima pasien Covid-19, sebab selama ini kami belum menerima penjelasan yang utuh dan detil bagaimana teknis pelaksanaanya," katanya saat dihubungi ayobandung, Selasa (23/9/2020).

Hal yang sama disampaikan yang oleh Sales Corporate RedDoorz Bandung, Ari, yang mengelola hotel Mawar, Estrada, dan Sukamulya. 

Ia mengatakan pihaknya tidak bersedia masuk dalam daftar hotel yang diusulkan PHRI sebagai tempat isolasi

"Saya sudah meminta ke Dinas Kesehatan Provinsi Jabar untuk tidak disertakan dalam daftar tersebut, dan sudah disetujui," katanya Selasa (23/9/2020).  

Begitu juga GM Meize Hotel, Vivera Simatupang, menyatakan sejauh ini belum ada perjanjian secara tertulis soal usulan dari PHRI tersebut.

Editor: Tri Joko Her Riadi

artikel terkait

dewanpers