web analytics
  

Citarum Mengering, Warga Cililin Mengubahnya Jadi Lahan Pertanian

Senin, 21 September 2020 21:08 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Citarum Mengering, Warga Cililin Mengubahnya Jadi Lahan Pertanian, Citarum Mengering,Warga Cililin,Lahan Pertanian,Petani Sayuran

Petani Sayuran. (Irfan Al-Faritsi)

CILILIN, AYOBANDUNG.COM -- Aliran Sungai Citarum di sekitar Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengering sejak kemarau melanda. Memanfaatkan kondisi ini, warga sekitar menjadikan dasar sungai sebagai lahan pertanian sayuran.

Wawan (65), warga Kampung Ciminyak, Desa Rancapanggung mengungkapkan, dirinya rutin menggarap lahan pertanian di aliran Sungai Citarum yang mengering saat musim kemarau tiba.

"Saya dari tahun 90-an sudah mulai menanam di aliran Sungai Citarum kalau kemarau. Tahun ini saya tanam timun dan kacang panjang," ujar Wawan, Senin (21/9/2020)

Ia mengaku menggarap lahan seluas 500 meter persegi dengan memanfaatkan aliran sungai yang surut. Keuntungannya, ia tak perlu membayar biaya sewa lahan sebab tak ada pemiliknya. 

"Jadi karena ini lahan enggak ada yang punya, ya memang bebas dipakai. Itu aja keuntungannya. Tapi kalau modal ya tetap harus mengeluarkan sendiri," katanya.

Untuk menanam mentimun, Wawan harus mengeluarkan modal sebesar Rp 2 juta. Nantinya sebanyak 7 kuintal timun bisa dipanen dengan harga jual Rp 2-3 ribu perkilogram. 

"Modalnya sekitar Rp 2 juta untuk bibit, pupuk, dan pekerja. Karena yang mahal itu kan sebetulnya pekerjanya. Nanti panen sekitar 7 kuintal, keuntungannya sekitar Rp 5 juta," tuturnya.

Menurut Wawan, kondisi kemarau tahun ini terlambat datangnya. Hal itu ditandai dari air sungai yang surut namun tidak terlalu mengering padahal sudah memasuki bulan September. 

"Kalau kemaraunya tahun ini agak terlambat, karena kan tahun lalu di bulan Juni sudah masuk kemarau. Tahun ini baru di Agustus dan di September juga masih ada hujan. Kalau melihat kondisi seperti ini, mungkin kemaraunya enggak akan sepanjang tahun lalu," ujarnya.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers