web analytics
  

Memulai Hidup Bersama dengan Virus Corona

Senin, 21 September 2020 13:41 WIB Netizen Sjarifuddin Hamid
Netizen, Memulai Hidup Bersama dengan Virus Corona, COVID-19,SARS,MERS,vaksin corona,Virus Corona,protokol kesehatan

[Ilustrasi] Virus corona. (Pixabay)

Sjarifuddin Hamid

Lulusan Jurusan Hubungan Internasional, FISIP-UI. Pernah bekerja pada beberapa surat kabar nasional.

AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Singapura sepertinya telah belajar dari wabah Severe Acute Respiratory Syndrome atau SARS yang terjadi pada 2003. SARS adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus corona. Virus yang dapat dikatakan sejenis dengan Corona Virus Disease 2019 (CoVID-19) dan Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) tahun 2012.  

Pada 2003 itu, pemerintah menerapkan beberapa langkah pengawasan yang ketat yang bertujuan mengamankan kehidupan masyarakat, bisnis, dan hubungan sosial.

Caranya melakukan pengawasan secara luas. Antara lain dengan memeriksa temperatur petugas kesehatan, murid-murid sekolah, masyarakat umum, dan orang asing. Hasilnya diketahui, 58 orang tertular virus, 8000 dikarantina di rumah dan 4.300 lainnya diawasi dengan sewaktu-waktu dihubungi petugas melalui telepon.

Singapura tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia. Namun yang dapat dicontoh adalah kepemimpinan politik yang kuat dan arahan yang jelas. Pengawasan serta koordinasi yang baik dalam membendung wabah. Piawai dalam berkomunikasi.

Sistematis

Sejak CoVID-19 merebak di Wuhan, Cina, pada Desember tahun lalu, sejumlah pihak berasumsi muncul pada Oktober, PM Lee Hsien Loong tampil setidaknya 6 kali di televisi. Dia menjelaskan rencana dan tindakan yang diambil pemerintah dalam mengatasi wabah. Kemudian di waktu lain, menjelaskan kemajuan dan tantangan yang dihadapi. Begitu seterusnya.

Dia tampil dengan wajah yang relatif ceria, banyak senyum. Bajunya pun berwarna cerah. Seperti jingga dan merah jambu, yang mencerminkan optimisme dan hati riang. Hanya satu kali biru dengan dasi berwarna biru tua saat menjelaskan perpanjangan masa lockdown parsial atau circuit breaker.

Penjelasannya runut dan mengingatkan agar masyarakat lokal maupun pendatang optimistis karena pemerintah bekerja sama secara maksimal. Tidak lupa menyebut pemerintah memberi berbagai insentif untuk pebisnis dan masyarakat umum. Duitnya diambil dari kas negara, katanya.

Bagaimana Indonesia?

Harus diakui bahwa penjelasan pemerintah Indonesia dalam penanganan CoVID-19 malah menimbulkan kecemasan dan pertanyaan baru. Apakah hal ini disebabkan penyampaian tidak berada pada satu tangan?

Entah mengapa setiap malam disebutkan terlebih dulu penambahan jumlah orang yang tertular CoVID-19, sedangkan jumlah yang sembuh diungkapkan berikutnya. Pada akhirnya yang teringat di benak pemirsa adalah jumlah pasien C0VID-19 makin banyak. Vaksin diasosiasikan sebagai satu-satunya penyelamat yang akan datang enam bulan hingga satu satu tahun ke depan.

Isi media sosial juga dipenuhi pernyataan saling menyalahkan atau menjelekkan cara penanganan CoVID-19. Padahal menurut data berbagai pihak, di Indonesia terdapat 160 juta pengguna aktif media sosial atau medsos. Bisa dibayangkan betapa besar pengaruhnya di masyarakat.

Keriuhan negatif itu menenggelamkan upaya pemerintah mencegah penularan virus corona. Sebagai misal siapa ingat, pemerintah sudah menggelontorkan dana amat besar?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika rapat koordinator nasional (rakornas) BPKP pada Senin (15/6/2020) menyatakan pemerintah menyediakan biaya pemulihan sebesar Rp686,2 triliun dan untuk pemulihan ekonomi sebesar Rp598,65 triliun. Anggaran Rp686,2 triliun terdiri atas biaya penanganan kesehatan Rp87,55 triliun. Dana untuk perlindungan sosial Rp203,9 triliun. Insentif utama Rp120,6 triliun. UMKM Rp123,4 triliun. Pembiayaan korporasi Rp44,57 triliun. Anggaran buat sektoral kementerian dan lembaga serta Pemda Rp106,11 triliun.

Resesi Teknikal

Dalam waktu dekat pemerintah akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga tahun ini. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2020 menurut Badan Pusat Statistik (BPS) minus 5,32%. Berarti bila pertumbuhan kuartal ketiga kembali minus, maka Indonesia memasuki periode resesi teknikal karena dua kuartal berturut-turut.

Dalam masa resesi berlangsung pelemahan antar sektor ekonomi karena saling bertautan. Sektor pasokan menurun, pengangguran bertambah, harga barang dan jasa meningkat serta jumlah penduduk miskin melonjak. Secara keseluruhan kondisi melesu.

Kelemahan ilmu ekonomi adalah terpaku kepada angka-angka. Bila resesi menimbulkan perasaan kecewa dan putus asa, maka pemerintah harus memakai cara lain agar timbul harapan. Sekalian perasaan itulah yang sejak awal disadari oleh PM Lee Hsien Loong.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tampaknya mewaspadai itu. Beberapa hari lalu ia memberi sinyal positif. “Seratus juta vaksin akan mulai digunakan pada Desember mendatang. Jadi mari kita kompak. Jangan saling menyalahkan atau merasa paling benar sendiri. Yang penting kita cegah outbreak alias wabah.”

Bandung Bangkit!

Pemberitahuan dari berbagai sumber tentang CoVID-19 menyebabkan kebingungan cara hidup berdampingan secara damai dengan virus corona. Sekalipun begitu ada baiknya bila meninjau sektor yang lebih dahulu bangkit.

Menurut Menkeu Sri Mulyani sektor transportasi, perdagangan, dan pariwisata akan menjadi bisnis yang pertama kali bangkit (rebound) usai wabah virus corona. Ketika itu, masyarakat akan kembali beraktivitas normal di luar rumah.

Tanpa menunggu wabah usai, Bandung dan sekitarnya punya peluang pulih lebih cepat. Semuanya tergantung dari cara bagaimana membangun kembali kehidupan yang berdamai dengan CoVID-19 melalui pemenuhan protokol kesehatan dan sikap optimistis.

Seiring dengan hal di atas, perlu juga membangun strategi komunikasi yang tepat. Alhasil, kelak penduduk Jakarta akan kembali bergegas ke Bandung. Buat makan nasi kalong, melepas rindu dengan factory outlet atau ningali kang Emil!

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers