web analytics
  

Anak Demam Setelah Imunisasi, Apa yang Perlu Dilakukan?

Senin, 21 September 2020 06:11 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Anak Demam Setelah Imunisasi, Apa yang Perlu Dilakukan?, Imunisasi,Anak demam setelah imunisasi,Turunkan demam imunisasi,Cara obati demam imunisasi

Ilustrasi anak saat imunisasi. (Shutterstock)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Demam kerap kali terjadi pada sebagian anak usai mendapatkan imunisasi vaksin. Suhu tubuh yang meninggi itu disebut juga kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) atau efek samping dari imunisasi

Dokter anak dr. Arifianto Sp.A menyampaikan bahwa demam termasuk KIPI ringan dan orang tua tidak perlu khawatir. Demam tersebut biasanya berpotensi lebih besar oleh anak usia di bawah enam bulan. 

"Sebenarnya demam itu sekarang lumayan jarang. Bahkan kalau dulu ada vaksin DPT buat panas, walaupun dulu pun buat panas, hanya 30 persen yang mengalami demam dan tidak perlu dikhawatirkan," kata Arif dalam webinar dari 'Kenapa Harus Vaksin', Minggu (20/9/2020). 

Demam sebenarnya merupakan respons alami terhadap vaksin yang dimasukan ke dalam tubuh, jelas Arif. Biasanya hanya terjadi beberapa jam setelah anak imunisasi atau paling lama 48 jam. 

Ia juga menyampaikan tinggi suhu tubuh anak tidak berarti menunjukan kondisi sakit berat hingga harus dibawa ke rumah sakit. Terpenting, menurut Arif, anak harus tetap cukup minum saat mengalami demam, tanpa harus diberi obat penurun panas.

"Ternyata tanpa diberi obat panas, sekalipun anak diberi asi, diberi minum sesuai dengan usianya akan turun dengan sendirinya," katanya. 

Ia menjelaskan, semakin demam tinggi maka tubuh berpotensi besar alami dehidrasi. Karenanya, anak sebaiknya diberi cukup minum daripada dikompres atau pun diberikan obat penurun demam. 

"Sebenarnya penurun panas gak perlu diberikan, kecuali (anak) rewel. Bahkan penelitian, ada potensi penurunan kekebalan hasil imunisasi karena keseringan dikasih penurun panas. Walaupun kompres itu juga gak harus yang penting minum," ucap Arif.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers