web analytics
  

Jumlah Pelanggan Menurun Akibat Pandemi, Isye Stylist Beramal Potong Rambut Gratis

Minggu, 20 September 2020 21:37 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Jumlah Pelanggan Menurun Akibat Pandemi, Isye Stylist Beramal Potong Rambut Gratis, Isye Stylist,Potong Rambut Gratis

Iis Aisyah bersama anaknya, Shifa Apriliani memberikan pelayanan potong rambut gratis setiap Jumat bagi anak yatim piatu. (ayobandung/Tri Junari)

BATUJAJAR, AYOBANDUNG.COM -- Hantaman ekonomi akibat pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat baik Iis Aisyah (42) bersama anaknya, Shifa Apriliani (23) untuk tetap beramal. 

Berprofesi sebagai penata rambut, keduanya memberikan pelayanan potong rambut gratis setiap Jumat bagi anak yatim piatu.

Iis Aisyah yang tenar dengan nama Isye telah berkarier sebagai penata rambut sejak tahun 1996. Kala itu ia mendapat pelatihan salon kecantikan saat menjalani rehabilitasi pecandu narkoba.

Singkat cerita, kemampuannya selama berlatih dilirik salon ternama di Kota Bandung. Ia kemudian mulai magang dan diangkat menjadi karyawan. 

"Beberapa bulan pelatihan, saya magang, langsung diangkat kerja di salon. Saya kerja tiga tahun sambil sekolah kecantikan lagi, sampai akhirnya jadi manager salon itu," kata Isye saat melayani potong rambut gratis di Panti Asuhan Roudhotul Amanah, Kecamatan Batujajar.

Jatuh bangun menjalani profesi penata rambut sudah dilakoninya, bekerja di salon orang lain, buka salon sendiri hingga akhirnya bekerja mandiri dengan membuka layanan salon panggilan.

Kemiskinan juga sudah ia alami saat sang suami meninggal dunia. Ekonomi keluarga ambruk hingga Isye dan 8 anaknya terpaksa menggelandang.

"Kami pernah menghuni bekas puskesmas di Lembang, bersama dengan anak-anak punk," kata Isye.

Meski begitu, Isye berupaya bangkit dengan membuka salon panggilan. Dibantu oleh anaknya, dia mempromosikan jasa salon kecantikan melalui web Isyestylisthome.com dan Instagram @isye.stylist. 

Potong rambut, hair do, make up, dan berbagai perawatan kecantikan dipatok dengan harga beragam, dari Rp 50.000 sampai Rp 300.000. Dalam sebulan, Isye menargetkan pendapatan Rp10 juta untuk menghidupi anak-anaknya.

"Dulu, sebelum pandemi, saya bisa dapat belasan juta rupiah per bulan. Kebanyakan pelanggan saya orang India, Singapura yang tinggal di sekitar Bandung Raya tapi ada juga yang dari luar kota," tuturnya.

Meski pelanggan berkurang dan pendapatannya menurun, ia tetap ingin tetap melakukan kebiasannya beramal. Tercetus ide untuk memberi pelayanan potong rambut gratis tiap hari Jumat. 

"Beramal kan tidak harus selalu dengan materi, saya coba beramal dengan potong rambut tanpa bayaran karena itu kemampuan yang saya miliki,"ucapnya.

Isye mengaku layanan gratis ini sebagai wujud syukur atas semua nikmat kehidupan yang dijalaninya sebagai single parent. Dia tak pernah meminta apapun untuk jasanya, jika berkenan ia hanya meminta orang yang merasa puas atas layanannya memberikan doa bagi orang tuanya yang telah wafat.

"Saya bisa begini berkat orangtua. Karena orangtua sudah enggak ada, saya cuma minta Al-Fatihah buat orangtua. Saya ingin amalan Jumat berkah ini buat orangtua saya yang sudah meninggal," ucapnya.

Ke depan, Isye mengaku masih memendam impian untuk membuka lembaga pendidikan keterampilan. Dia ingin berbagi ilmu gratis buat kaum marginal, baik orang miskin, anak putus sekolah, maupun mantan pecandu narkoba.

"Dulu saya orang seperti itu, jadi nanti kalau sudah sukses, saya ingin berbagi dengan orang-orang yang seperti saya juga," kata perempuan yang pernah menjadi pelatih untuk program Dinas Sosial ini.

Sementara itu, Shifa  mengaku banyak terinspirasi oleh ibunya, yang telah bekerja keras agar dia dan adik-adiknya bisa hidup layak dan mengenyam pendidikan. 

"Makanya, saya ikhlas membantu apa yang dikerjakan ibu saya. Saya sudah mulai ikut-ikutan belajar kecantikan sejak umur empat tahun," katanya.

Di Panti Asuhan Roudhotul Amanah, Isye dan Shifa tak sekadar memangkas rambut anak laki-laki maupun perempuan jadi lebih pendek. Mereka pun menata rambut anak-anak jadi lebih bergaya.

"Kami ingin menyenangkan anak yatim. Jadi, enggak cuma potong rambut saja, tapi bagaimana biar mereka merasa potong rambut ke salon. Mau potongan rambut seperti apa, kami kerjakan," lanjut Shifa.

Ditempat sama, Imas Masitoh, pengasuh di Panti Asuhan Roudhotul Amanah, mengaku senang dengan inisiatif dari Isye dan Shifa. Biasanya, terang dia, potong rambut terhadap puluhan anak dilakukan seadanya.

"Alhamdulillah ada orang yang mau dengan ikhlas memotong rambut anak-anak. Soalnya, buat potong rambut anak-anak itu lumayan juga pengeluarannya," katanya.

Dia menerangkan, anak laki-laki biasanya dipotong rambut ke tempat pangkas rambut agar rapih. Sementara rambut anak perempuan dipotong oleh pengasuh, karena hanya menggunting rambut yang telah panjang.

"Kalau anak perempuan, biasanya dipotong rambutnya oleh pengasuh. Kadang habis dipotong itu suka ada anak yang menangis, karena potongan rambutnya jadi jelek," katanya.

Sebagai pengganti kerelaan Isye dan Shifa memotong rambut anak-anak, Imas mengaku bakal mengajak anak-anak yatim untuk mendoakan Isye dan anaknya  makin sukses dalam kariernya.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers