web analytics
  

Ratusan Pimpinan Ponpes di Cianjur Ikut Sosialisasi Covid-19

Minggu, 20 September 2020 20:28 WIB Muhammad Ikhsan
Umum - Regional, Ratusan Pimpinan Ponpes di Cianjur Ikut Sosialisasi Covid-19, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman,Sosialisasi Covid-19,Forum Kiayi Manjur (FKM)

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Cianjur Herman Suherman saat memberikan sosialisasi Covid-19 untuk pimpinan pondok pesantren. (Ayobandung.com/M Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Ratusan pimpinan pondok pesantren tergabung dalam Forum Kiayi Manjur (FKM) dari 9 kecamatan di Kabupaten Cianjur mengikuti sosialisasi Covid-19 di Ponpes Darussuada Nyalempet, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku, Minggu (20/9/2020).

Dalam kesempatan tersebut FKM mengundang langsung Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur H Herman Suherman untuk memberikan materi mengenai pencegahan dan penanganan Covid-19.

Ketua FKM Cianjur KH Muhammad Aang Fauzi mengatakan, pondok pesantren perlu diberikan wawasan mengenai pencegahan Covid-19, apalagi saat ini Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Sangatlah penting para pondok pesantren diberikan wawasan tentang Covid-19, lantaran mengetahui bukan berarti mengerti, keduanya harus dipahami,” katanya.

Pada kegiatan tersebut, para pimpinan pondok pesantren dari dari sembilan kecamatan, di antaranya Kecamatan Cianjur, Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Cilaku, Kecamatan Cibeber, Kecamatan Campaka, Kecamatan Campaka Mulya, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Takokak, dan Kecamatan Pasirkuda.

“Berdasarkan laporan dari panitia, pimpinan pondok pesantren yang hadir sebanyak 220 kiai,” ucapnya.

Ketua Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Cianjur yang juga sekaligus Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, daerah Cianjur rawan penyebaran Covid-19.

“Daerah Cianjur ini rawan penyebaran Covid-19, bukan karena warganya, tetapi sebagai perlintasan dari kota Bandung, Bogor, Jakarta, dan Sukabumi,” kata Herman.

Mengetahui daerah Cianjur sangat rentan akibat banyaknya warga dari luar Cianjur bukan berarti harus takut, tapi diantisipasi dengan diri sendiri.

“Insyaallah Cianjur bukan zona merah, tapi terkena dampak karena secara geografis berada di tengah kota-kota besar,” ujarnya.

Herman berharap setiap pondok pesantren meningkatkan kewaspadaan, salah satunya memperketat protokol kesehatan dengan tegas untuk memakai masker, diperbanyak tempat cuci tangan, dan selalu jaga jarak.

“Tidak kalah pentingnya, kalau ada tamu dari luar kota terutama dinyatakan zona merah, alangkah baiknya di cek suhu tubuh dan meminta surat hasil swab (test) atau rapid test,” katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers