web analytics
  

Kasus Corona di Kementerian Kesehatan Paling Tinggi, Mengapa?

Minggu, 20 September 2020 17:41 WIB
Umum - Nasional, Kasus Corona di Kementerian Kesehatan Paling Tinggi, Mengapa?, kemenkes corona,kementerian kesehatan corona,klaster kemenkes,Jubir Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto,Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto

[Ilustrasi] Kasus corona di Kementerian Kesehatan paling tinggi dibandingkan kementerian lainnya. Mengapa hal itu bisa terjadi? (Pixabay/PIRO4D)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kasus corona di Kementerian Kesehatan paling tinggi dibandingkan kementerian lainnya. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto menjelaskan, hal itu lantaran pekerjaan yang dilakukan pegawai Kemenkes memiliki risiko penularan yang tinggi. 

Banyak pegawainya tertular virus corona saat berada di luar kantor saat melakukan pekerjaan dengan risiko tinggi. "Semua pegawai telah bekerja dan berupaya. Hanya memang risiko dan bebannya yang luar biasa," ujar Yuri, seperti diberitakan Republika, Minggu (20/9/2020).

Menurut Yuri, pegawai yang positif Covid-19 adalah mereka yang bertugas di bagian kantor kesehatan pelabuhan (KKP), Wisma Atlet Pademangan, dan rumah sakit (RS) Darurat Wisma Atlet. Mereka men-swab test ribuan orang setiap hari. 

Soal petugas di laboratorium yang positif corona, bukan karena mereka bertemu langsung dengan pasien Covid-19, tetapi karena mereka memeriksa virusnya. Karena itu, dia menolak label klaster pada Kemenkes. 

"Klaster itu bisa dilacak kalau terjadi di kantor, lha wong mereka tidak ada di Kemenkes. Mereka tertular virus di banyak tempat," kata dia. 

Menurut Yuri, Kemenkes aktif memeriksa pegawainya setiap 2 pekan usai bertugas dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Jika hasilnya positif, pegawai yang sakit diminta beristirahat dan terus dipantau oleh layanan kesehatan Kemenkes. 

Sebaliknya, jika hasilnya negatif, mereka bisa kembali bekerja. "Kami memeriksa semua pegawai dan hasilnya saya laporkan ke dinas. Kalau tidak diperiksa ya tidak ada yang ketahuan (terinfeksi Covid-19)," katanya.

Karena itu, dia menegaskan tidak ada perubahan kebijakan Kemenkes untuk menekan kasus penularan. Dia masih melakukan standar pencegahan, yaitu menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Kemudian, pengawasan juga dilakukan pada pegawai yang terinfeksi virus corona. Kini, sudah banyak pegawai Kemenkes yang sembuh dari infeksi virus ini. 

Kemenkes mencatat pegawai yang masih terinfeksi saat ini kurang dari 10 orang. Sementara itu, data terbaru milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta per Jumat (18/9) mencatat ada 252 kasus kumulatif di Kemenkes. 

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: M. Naufal Hafizh

terbaru

Kangen Keluarga, Edhy Prabowo Minta Bantuan Yasonna Laoly

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 22:34 WIB

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengungkapkan selama dua bulan didalam penjara belum dapat bertemu kelu...

Umum - Nasional, Kangen Keluarga, Edhy Prabowo Minta Bantuan Yasonna Laoly, Edhy Prabowo,Menkumham Yasonna Laoly,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 20:45 WIB

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis (21/1/2021) malam pukul 19:23 WIB. Namun...

Umum - Nasional, Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami, Gempa Sulawesi Utara,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.703 Orang

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 20:42 WIB

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada hari ini memperlihatkan penambahan kasus baru sebanyak 11.703 orang. Dengan p...

Umum - Nasional, Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 11.703 Orang, Covid-19 di Indonesia,Satgas Covid-19

Oppo Reno5 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Cuma Rp4 Jutaan

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:56 WIB

Oppo Reno 5 resmi hadir di Indonesia dan dijual cukup murah sesuai dengan kelasnya yakni Rp4,999 juta.

Umum - Nasional, Oppo Reno5 Resmi Hadir di Indonesia, Harga Cuma Rp4 Jutaan, Spesifikasi OPPO Reno5,OPPO Reno5,Oppo,Reno5,Harga Oppo Reno5,nfc,layar amoled,pemindai sidik jari

Indonesia Cetak Rekor Baru Angka Kematian Covid-19

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:54 WIB

Indonesia Cetak Rekor Angka Kematian Covid-19

Umum - Nasional, Indonesia Cetak Rekor Baru Angka Kematian Covid-19, Update Corona Covid-19 Indonesia,Update Covid-19 Indonesia,Covid-19 Indonesia,Positif Covid-19 Indonesia,Sembuh Covid-19 Indonesia

Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 16:43 WIB

Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 26 Januari-8 Februari 2021.

Umum - Nasional, Pemerintah Perpanjang PPKM Jawa-Bali hingga 8 Februari 2021, ppkm jawa bali,PPKM,pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,Airlangga Hartarto,Presiden Jokowi,COVID-19,aturan ppkm

Ribuan Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak Akibat Gempa

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:47 WIB

Sebanyak 5.080 dosis vaksin Covid-19 di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, rusak akibat gempa pada 15 Januari 20...

Umum - Nasional, Ribuan Vaksin Covid-19 di Mamuju Rusak Akibat Gempa, Vaksin Covid-19,Vaksin COvid-19 di Mamuju Rusak,Vaksin Covid-19 rusak,Gempa Mamuju,Mamuju

Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG Beri Penjelasan

Nasional Kamis, 21 Januari 2021 | 11:27 WIB

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena itu juga disebut Waterspout.

Umum - Nasional, Heboh Penampakan Puting Beliung di Wonogiri, BMKG Beri Penjelasan, Puting beliung Wonogiri,Fenomena Waterspout,Waterspout Wonogiri,Wonogiri
dewanpers