web analytics
  

Pemkab Garut Sediakan Pemakaman Khusus untuk Korban Covid-19

Minggu, 20 September 2020 09:57 WIB
Umum - Regional, Pemkab Garut Sediakan Pemakaman Khusus untuk Korban Covid-19, Berita Garut,Pemkab Garut,Pemakaman Khusus Korban Covid-19

Pemakamkan dengan protokol Coronavirus Disease-19 menggunakan peti. (Tri Junari)

GARUT, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyiapkan tempat pemakaman umum di Kampung Santiong, Kecamatan Karangpawitan, Garut untuk pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatasi wabah penyebaran Covid-19.

"Kepada Asisten Daerah 1 dan Camat Karangpawitan segera untuk mempersiapkan pemakaman umum Santiong," kata Bupati Garut Rudy Gunawan di Garut, Sabtu (19/9).

Ia menyampaikan, saat ini penyebaran wabah Covid-19 masih terjadi, bahkan di Garut dilaporkan terus bertambah kasus positif Covid-19, termasuk kasus yang meninggal dunia.

Adanya peningkatan kasus itu, kata dia, maka Pemkab Garut menetapkan status darurat wabah Covid-19 sehingga harus diwaspadai oleh seluruh elemen masyarakat dengan patuh menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, lanjut dia, untuk menghindari penularan yang lebih luas pemkab dengan memberlakukan isolasi daerah setelah dilaporkan banyak ditemukan kasus positif Covid-19. "Kita semua ASN, TNI, Polri, hari ini melakukan langkah dalam rangka penyelamatan masyarakat," kata Bupati.

Ia menambahkan, Pemkab Garut akan menyiapkan bantuan berupa jatah hidup bagi warga yang daerahnya diisolasi selama kondisinya dinyatakan aman dari penyebaran wabah Covid-19.

Bupati mengimbau masyarakat meski sedangdiisolasi agar tetap bertahan dan mematuhi protokol kesehatan dalam rangka memutus penyebaran Covid-19 di Garut.

"Terhadap warga yang diisolasi tidak boleh melakukan aktivitas, semua warga akan mendapatkan jaminan hidup yang akan dikirim ke masing-masing tempat," kata Bupati.

Sementara itu, laporan terakhir dari Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 tercatat kasus positif Covid-19 di Garut pada Jumat (18/9) mencapai 171 kasus, satu kasus isolasi mandiri, 64 kasus isolasi di rumah sakit, 98 kasus sembuh dan delapan kasus meninggal dunia.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Republika.co.id.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Andres Fatubun
dewanpers