web analytics
  

Menanam Pohon adalah Investasi Kebaikan

Minggu, 20 September 2020 08:25 WIB Netizen Djoko Subinarto
Netizen, Menanam Pohon adalah Investasi Kebaikan, Kabupaten Bandung,Sungai Citarum,Satgas Citarum,Citarum Harum

Wakil Bupati kabupaten Bandung, Gun Gun Gunawan, melakukan penanaman pohon di Bojong Asih, Dayeuh Kolot, Sabtu (19/9/2020) pagi. (Djoko Subinarto)

Djoko Subinarto

Penulis lepas, bloger, mukim di Cimahi

ANDAI besok kiamat sekali pun, tetaplah menanam pohon. Ini adalah investasi kebaikan. Menanam pohon akan bermakna bagi keberlangsungan kehidupan generasi yang akan datang.

Demikian antara lain dikatakan Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan, pada acara “Nyapedah Sabtu Babarengan (Nyasab) dan Penanaman 700 Pohon” di Bantaran Sungai Citarum, Bojong Asih, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung, Sabtu (19/9/2020) pagi.

Di acara itu, puluhan goweser yang tergabung dalam komunitas Nyasab lebih dulu melakukan gowes bareng dari Terminal Leuwi Panjang menuju Bojong Asih. Di sana, para goweser bergabung bersama seluruh rengrengan tim Sektor 7 Satgas Citarum Harum yang dikomadani Kolonel Kavaleri Purwadi untuk melakukan penanaman pohon di sepanjang bantaran Citarum.

Gun Gun Gunawan mengapreasi aksi para goweser ini dalam ikut memperbaiki Citarum. Apresiasi yang sama juga disampaikan Kolonel Kavaleri Purwadi.

Menurut Purwadi, peranserta dan dukungan segenap elemen masyarakat sangat diperlukan dalam ikut merawat Citarum.

“Menjaga lingkungan adalah prioritas. Kerusakan lingkungan saat ini sudah parah. Dalam mengatasinya kita tidak boleh berpikir dan bertindak sektoral,” jelasnya.

Sektor 7 Citarum Harum mencangkup 14 Desa. Selain perbaikan lingkungan Citarum, saat ini yang menjadi prioritas Satgas Citarum Harum adalah soal ketahanan pangan. Lebih-lebih di saat pandemi seperti sekarang ini.

Itu sebabnya selain terus mengupayakan penanaman tanaman keras, seperti sengon dan trembesi, di sepanjang bantaran Citarum, Satgas Citarum Harum juga mengupayakan penanaman sayur-mayur. Dan, ke depannya, juga akan diupayakan menanam pohon buah-buahan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, yang juga hadir di acara itu, mengatakan bahwa Jawa Barat yang dahulu indah, kini berkurang keindahannya karena kekurangan pohon. Menurutnya, masih banyak lahan kritis di Jawa Barat saat ini. Ia berharap masyarakat ikut berkontribusi dalam ikut menyumbang dan menanam pohon.

“Misalnya, saat nikah atau juga wisuda, bisa menyumbang pohon,” jelasnya.

Dalam kaitannya dengan program Citarum Harum, Epi berjanji pihaknya akan mengupayakan pula pembudidayaan lebah madu di bantaran Citarum. 

Sementara itu, koordinator dan aktivis gerakan Nyasab, Heru Prasetyo, menjelaskan bahwa penanaman 700 pohon ini merupakan salah satu bagian dari episode Nyasab. 

"Gerakan Nyasab nanti juga akan ikut melakukan penanaman Pohon di Cipongkor dan Gunung Singa,” beber Heru, yang mengenakan polo shirt putih polos berlengan panjang pada acara itu.

Sejak diluncurkan Januari 2019, Nyasab bukan hanya sebatas mengkampanyekan gerakan bersepeda, terutama di kalangan pelajar di Bandung, tetapi juga untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan para siswa khususnya, dan masyarakat umumnya, seputar masalah-masalah lingkungan.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

Editor: Andres Fatubun

terbaru

Urgensi Integrasi Data

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 15:52 WIB

“Kita harus ngomong apa adanya, ini tidak efektif”. Kegundahan Presiden Joko Widodo atas progres Pemberlakuan Pembatasan...

Netizen, Urgensi Integrasi Data, PPKM,Integrasi data,BPS Jabar

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen Jumat, 26 Februari 2021 | 09:29 WIB

Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran

Netizen, Acara Hiburan di Situ Aksan Tahun 1950-an dalam Iklan Koran, Situ Aksan,Sejarah Situ Aksan,Sin Ming,Iklan Situ Aksan,Sin Ming Hui Bandung

Penerjemah Sunda Pertama

Netizen Kamis, 25 Februari 2021 | 10:00 WIB

Raden Kartawinata menduduki posisi yang sebelumnya tidak ada dalam birokrasi kolonial di Tatar Sunda, menjadi penerjemah...

Netizen, Penerjemah Sunda Pertama, Penerjemah Sunda,raden kartawinata,K.F. Holle

Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?

Netizen Senin, 22 Februari 2021 | 15:08 WIB

Cerita ini terinspirasi dari pertanyaan, mengapa orang India mampu menduduki posisi-posisi penting di perbankan,  lembag...

Netizen, Mengapa Orang India Sukses di Negara Lain?, India,sukses,ekonomi

Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 17:59 WIB

Beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut sebagai produsen sampah nomor dua terbesar di dunia.

Netizen, Problem Sampah yang Membuat Kita Sengsara, Sampah,Indoensia,Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN),Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Sekolah di Sumedang

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:54 WIB

Pada 5 Juli 1867, Bupati Sumedang R.A. Soeria Koesoema Adinata alias Pangeran Sugih membuka sekolah yang diupayakan oleh...

Netizen, Sekolah di Sumedang, pengeran sugih,sekolah di sumedang,sejarah sekolah,kartawinata,pendopo sumedang,kabupaten sumedang

Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB

Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecah...

Netizen, Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China, NATO,Pakta Pertahanan Atlantik Utara,Joe Biden,Amerika Serikat,Australia,china,Presiden Cina Xi Jinping

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen Sabtu, 20 Februari 2021 | 10:54 WIB

Mencegah Kebakaran Sejak Dini

Netizen, Mencegah Kebakaran Sejak  Dini, mencegah kebakaran,dinas kebakaran,cara mencegah kebakaran

artikel terkait

dewanpers