web analytics
  

Update Corona Bandung, Tiap Usai Akhir Pekan Angka Positif Meningkat?

Sabtu, 19 September 2020 16:40 WIB M. Naufal Hafizh
Bandung Raya - Bandung, Update Corona Bandung, Tiap Usai Akhir Pekan Angka Positif Meningkat?, jalan yang ditutup di Bandung,penutupan jalan di bandung,Update Corona Bandung,bandung sekarang zona apa,zona corona Bandung,Corona Bandung

Suasana Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, saat diberlakukannya penutupan jalan, Jumat (18/9/2020). Penutupan sejumlah ruas jalan pada jam tertentu di Kota Bandung tersebut merupakan bagian dari penerapan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat sebagai upaya memutus rantai penularan corona penyebab covid-19. Pelaksanaan buka tutup jalan ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung masih zona oranye corona per Kamis (17/9/2020). Kota Bandung berpotensi terkena imbas dari banyaknya orang-orang yang keluar rumah saat akhir pekan. Hal itu tidak terlepas dari banyaknya warga luar kota yang masuk ke Kota Bandung.

“Terbukti sebulan lalu setiap ada weekend itu, dua hari kemudian naik. Oleh karenanya Forkopimda berupaya menekan penyebaran virus,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, Jumat (18/9/2020).

Karena itu, pemerintah melakukan sejumlah upaya mencegah penyebaran virus corona. Sebanyak 5 ruas jalan utama di Kota Bandung pun ditutup saat pagi, sore, dan malam, mulai Jumat (18/9/2020). Buka-tutup jalan ini direncanakan berlaku selama 14 hari. Terdapat sejumlah hal yang mesti diperhatikan saat pemberlakuan buka-tutup jalan Kota Bandung ini.

Daftar ruas jalan di Kota Bandung yang ditutup

Menurut informasi resmi dari Humas Setda Kota Bandung, buka-tutup jalan dilakukan

  1. Mulai Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika;
  2. Mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong s/d Asia Afrika - Cikapundung Barat;
  3. Mulai dari Purnawarman - Riau s/d Purnawarman – Wastukencana;
  4. Mulai dari Merdeka - Riau s/d Merdeka – Aceh;
  5. Mulai dari Merdeka - Aceh s/d Merdeka – Jawa.

Waktu penutupan jalan

Waktu penutupan jalan per hari ini dilakukan 3 kali sehari. Pertama, pukul 09.00 WIB-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 14.00 WIB-16.00 WIB, kemudian pukul 21.00-06.00 WIB.

Warga luar Kota Bandung jangan dulu masuk

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengimbau warga di luar Kota Bandung tidak datang dulu ke Bandung. Bandung, katanya, sedang berbenah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

"Masyarakat di luar Kota Bandung jangan ke Bandung dulu, karena Bandung masih berbenah untuk menekan angka Covid," ujar Ulung saat menggelar Operasi Yustisi 2020 di Pasar Kosambi Bandung, Jumat (18/9/2020).

Sepeda tidak boleh melintasi jalan yang ditutup

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, penutupan jalan bukan hanya untuk kendaraan bermotor. Sepeda pun tidak boleh melintas.

“Untuk semua kendaraan dan untuk sepeda tidak boleh. Filosofinya menghindari kerumunan,” ujar Oded usai melaksanakan apel buka-tutup jalan di Jalan Asia Afrika, Jumat (18/9/2020).

Buka-tutup jalan sebagai peringatan bahwa corona masih ada

Oded M Danial mengatakan, buka-tutup jalan di Kota Bandung sebagai peringatan kepada warga Bandung dan warga luar Kota Bandung bahwa pandemi corona masih ada.

“Ini dalam rangka mengingatkan warga Kota Bandung dan orang yang akan datang ke kota ini, pandemi Covid-19 masih ada,” kata dia.

Jika ingin melintas, tunjukan identitas

Menurut Oded, penutupan jalan per 2 jam ini tidak akan menghambat roda ekonomi. Bagi warga yang bekerja di areal penutupan jalan tinggal menunjukkan identitas jika ingin masuk.

Sejumlah kendaraan memadati Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Jumat (18/9/2020). Penumpukan tersebut merupakan imbas dari penutupan Jalan Purnawarman-Jalan LL. RE. Martadinata yang diberlakukan dalam pengetatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) serta kurangnya informasi mengakibatkan banyak warga yang tidak tahu soal penutupan jalan tersebut. Warga yang kesal kemudian memaksa masuk dan menerobos batas jalan yang disediakan di lokasi tersebut. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

“Ini buka-tutup (jalan) per dua jam. Tidak akan menggangu, tinggal memperlihatkan indentitasnya jika ingin masuk,” tutur Oded.

Riwayat buka-tutup jalan di Kota Bandung, sudah dilakukan berkali-kali

Berdasarkan informasi yang dihimpun Ayobandung.com, buka-tutup jalan di Kota Bandung sudah dilakukan 4 kali sejak adanya pandemi corona.

April 2020

Buka-tutup ruas jalan pertama dilakukan di Jalan Asia Afrika, Senin (20/4/2020). Secara bertahap, buka-tutup jalan juga dilakukan di ruas jalan Naripan-jalan Braga, Jalan Kejaksaan dan Jalan Markoni, Jalan Dipenogoro dan Jalan Majapahit, dan terakhir Jalan Buahbatu, yang diberlakukan Rabu (29/4/2020).

Juni 2020

Kota Bandung kembali menerapkan buka-tutup jalan pada Rabu (24/6/2020). Penutupan jalan dilakukan mulai pukul 21.00 hingga 06.00 WIB. Hal ini seiring bertambahnya penyebaran virus corona saat Kota Bandung menerapkan PSBB proporsional.

Sejumlah jalan yang ditutup itu yakni Jalan Asia Afrika, Jalan Braga, Jalan Merdeka (antara Simpang Riau dan Aceh), dan Jalan Dago.

Pada Rabu (24/6/2020) malam, Pemkot Bandung beserta jajaran Polrestabes Bandung menutup ruas sepanjang Jalan Asia Afrika, Jalan Merdeka-Aceh, Jalan Braga dan Jalan Ir H.Juanda.

Juli 2020

Pemerintah Kota Bandung kembali memberlakukan buka tutup jalan mulai Sabtu (11/7/2020). Buka tutup diberlakukan di Jalan Oto Iskandar Di Nata (Otista), Braga, Merdeka, Asia Afrika-Tamblong, Banceuy-ABC, Lembong-Tamblong, Merdeka, Ir H Djuanda, Purnawarman, Diponegoro, dan sejumlah titik jalan di Lingkar Selatan.

Pada Sabtu (18/7/2020) malam, buka tutup jalan ditambah di Jalan Achmad Yani-Laswi, Jalan Gatot Subroto-Pelajar Pejuang, Jalan Talaga Bodas-Pelajar Pejuang, Jalan Lodaya-Pelajar Pejuang, Jalan Buahbatu- Jalan Pelajar Pejuang, Jalan Srimahi-BKR, Jalan M Ramdan, Jalan Moh Toha, Jalan Otistas, Jalan Kopo-Peta-Jalan Pasirkoja-Peta.

September 2020

Kota Bandung resmi memberlakukan buka-tutup jalan di 5 ruas jalan, mulai Jumat (18/9/2020). Penutupan tesebut berlaku sampai 14 hari kedepan.  Hal ini bagian dari berlakunya masa Adaptasi Kebiasaan Baru yang diperketat.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers