web analytics
  

Data Covid-19 di Kemenkes Beda dengan RS Online, Ini Penjelasan Satgas

Sabtu, 19 September 2020 05:26 WIB
Umum - Nasional, Data Covid-19 di Kemenkes Beda dengan RS Online, Ini Penjelasan Satgas, Data Covid-19,data corona,data covid-19 Kemenkes,data covid-19 RS online

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Brotoasmoro. (YouTube BNPB.)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro, menyebut data dari Rumah Sakit online belum bisa dipastkan bahwa pasien yang meninggal karena terpapar virus Covid-19.

Sementara, kata Reisa, data yang dikeluarkan Pusdatin Kementerian Kesehatan sudah dipastikan terkonfirmasi.

"Kami telah mengkonfirmasikan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, bahwa data kematian yang ada dari RS Online belum pasti Covid-19, sedangkan data kematian yang dikeluarkan oleh Pusdatin Kemenkes atau All Record Data sudah terkonfirmasi positif Covid-19," ujar Reisa di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (18/9/2020.

Pernyataan Reisa sekaligus untuk menanggapi adanya perbedaan angka kematian pasien Covid-19 yang tercatat di Kemenkes dan yang dihiimpun dari RS Online.

RS Online merupakan bagian dari pelaporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 171/MENKES/PER/VI/2011 tentang Sistem Informasi RS.

Reisa menuturkan, data yang ada di rumah sakit masih harus melalui pembuktian di laboratorium.

Sehingga data yang ada di rumah sakit onlen belum semua terkonfirmasi Covid-19.

"Karena itu data yang ada di rumah sakit masih perlu pembuktian melalui laboratorium. Maka bisa disimpulkan data yang ada di RS online belum semua terkonfirmasi hasil laboratorium," katanya.

Untuk diketahui, sebanyak 114 orang meninggal dunia karena Covid-19 per 18 September 2020.

Sehingga total pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Indonesia bertambah menjadi 9.336 kasus.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers