web analytics
  

Volkswagen Siap Jual Bugatti ke Rimac Automobili

Jumat, 18 September 2020 20:25 WIB
Bisnis - Otomotif, Volkswagen Siap Jual Bugatti ke Rimac Automobili, Volkswagen Group,Bugatti,Rimac Automobili

Bugatti. ([email protected])

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Volkswagen Group dikabarkan akan menjual salah satu anak perusahaannya mobil mewahnya, Bugatti ke Rimac Automobili yang merupakan perusahaan rintisan atau startup asal Kroasia.

Melansir Rushlane, sebagai perusahaan rintisan yang sudah berdiri selama 11 tahun, Rimac Automobili mendapat dukungan dari beberapa nama besar di industri otomotif seperti Porsche, Hyundai, Jaguar, Koenigsegg dan Magna. Porsche bahkan kabarnya menguasai 15,5 persen saham Rimac.

Laporan terbaru mencatat, perusahaan yang bergerak di bidang teknologi ini baru saja mendapatkan suntikan dana sebesar 500 juta pound untuk mengembangkan teknologi mobil listrik.

Sejauh ini memang belum ada informasi resmi dari Volkswagen Group terkait alasan untuk melepas Bugatti. Namun dengan industri otomotif yang terus bergerak ke arah tenaga listrik dan digitalisasi, manajemen Volkswagen sepertinya tidak ingin menghabiskan dana lebih besar untuk sebuah bisnis hypercar yang saat ini memiliki volume sangat rendah.

Sedangkan dari sisi Rimac Automobili, memiliki merek bergengsi seperti Bugatti tentunya akan meningkatkan nilai jual perusahaan. Terlebih saat ini Rimac sedang berusaha untuk memperkenalkan versi produksi dari hypercar listrik C_TWO yang diklaim mampu menghasilkan tenaga lebih dari 1.900 hp.

Jika kesepakatan antara Volkswagen dan Rimac benar terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bila ke depan hypercar Bugatti akan menggunakan powertrain listrik murni milik Rimac.

Sebagai informasi, penjualan Bugatti ke Rimac kabarnya telah disetujui oleh anggota dewan eksekutif Volkswagen Group. Hanya saja masih harus mendapat persetujuan dari anggota dewan pengawas.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers