web analytics
  

Mahkamah Partai Tunda Pengesahan Pengurus Golkar KBB

Jumat, 18 September 2020 22:46 WIB Tri Junari
Bandung Raya - Ngamprah, Mahkamah Partai Tunda Pengesahan Pengurus Golkar KBB, Golkar KBB,Musda Golkar KBB

Golkar. (Istimewa)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Mahkamah Partai Golongan Karya (Golkar) memutuskan untuk menunda pengesahan pengurus DPD Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) masa bakti 2020-2023 yang terpilih pada Musyawarah Daerah (Musda) lalu.

Keputusan itu tertuang dalam surat bernomor B-57/MP-GOLKAR/IX/2020 yang menyatakan bahwa DPD Golkar Jawa Barat diminta menunda dan tidak menerbitkam SK tentang pengesahan komposisi dan personalia DPD Partai Golkar KBB masa Bakti 2020-2025.

Surat itu merupakan tanggapan atas aduan calon Ketua DPD Partai Golkar KBB Dadan Supardan yang merasa di curangi dalam Musda Jabar hingga akhirnya Peri Pamawisa terpilih secara aklamasi.

Mantan Wakil Sekretaris DPD Golkar KBB, Daday Nurhidayat menyambut baik dengan adanya surat dari Mahkamah Partai Golkar tersebut. 

"Kami sebagai kader Golkar menyambut positif mahkamah partai mau menerima pengaduan dari bawah artinya demokratisasi di interen partai berjalan," ungkap Daday, Jumat (18/8/2020). 

Pihaknya menyerahkan apa pun yang menjadi putusan mahkamah partai. Namun Daday meminta agar putusan tersebut jangan politis tapi harus realistis dengan tetap mengacu pada AD/ART partai berlambang pohon beringin itu.

"Mahkamah partai juga harus nertral tidak condong ke salah satu calon bisa melihat fakta-fakta yang mengadu maupun yang diadukan. Apa pun hasilnya kami sebagai kader akan menerima putusan mahkamah partai," ungkapnya.

Seperti diketahui, Muswarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) di kantor DPD Golkar Jawa Barat, Minggu (30/8/2020) diwarnai aksi walkout kubu Dadan.

Sebanyak 13 dari 16 Pengurus Kecamatan (PK) DPD Partai Golkar KBB walk out dalam sidang. Mereka menilai panitian pemilihan bermain curang untuk menggugurkan Dadan Supardan dan memenangkan Peri Pamawisa sebagai Ketua DPD Golkar KBB.

Editor: Dadi Haryadi
dewanpers