web analytics
  

5 Tanda Kebanyakan Makan Gula yang Berdampak Buruk bagi Kesehatan

Jumat, 18 September 2020 19:23 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, 5 Tanda Kebanyakan Makan Gula yang Berdampak Buruk bagi Kesehatan, nyeri otot dan sendi,ngidam makanan,cepat lelah,jerawat,penyebab jerawat,berat badan naik

Dalam 3 hari pertamanya, sebaiknya tidak konsumsi gula sama sekali. (Pexels/Suzy Hazelwood)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Meski membuat makanan enak, gula juga bisa menyebabkan banyak masalah kesehatan. Lalu, apa saja tanda yang ditunjukkan tubuh bahwa Anda mengonsumsi terlalu banyak gula?

Dilansir dari Bright Side, berikut 5 tanda bahwa Anda terlalu banyak mengonsumsi gula.

1. Nyeri otot dan sendi

Nyeri otot dan sendi merupakan salah satu dari banyak sinyal tubuh yang memperingatkan Anda tentang proses peradangan yang terjadi di dalam. Jumlah gula yang tinggi dalam makanan membuat sel imun mengeluarkan pembawa pesan peradangan ke dalam darah, yang mencoba memecah produk akhir glikasi protein, atau protein yang terikat pada molekul glukosa.

Semakin banyak gula yang Anda makan, semakin banyak produk akhir glikasi protein yang muncul, menghasilkan lebih banyak pembawa pesan inflamasi yang dikirim untuk memutus siklus. Rangkaian reaksi biokimia seperti itu pada akhirnya dapat menyebabkan radang sendi, katarak, penyakit jantung, ingatan yang buruk, hingga kulit keriput.

2. Mengidam makanan manis

Gula diproses dengan sangat cepat, membuat Anda merasa lapar meskipun baru saja menyantap kue satu jam yang lalu.

Faktanya, gula dikenal dapat melepaskan dopamin, serupa dengan yang Anda rasakan saat menggunakan obat-obatan adiktif. Neurotransmitter dopamin dilepaskan oleh neuron dalam sistem ini sebagai respons terhadap peristiwa yang bermanfaat. Bahan kimia khusus ini paling terkenal karena menjaga suasana hati kita tetap baik.

Otak melihat gula sebagai hadiah, dan semakin banyak gula yang Anda makan, semakin banyak tubuh Anda membutuhkannya. Ini adalah lingkaran setan dan adiktif. Ditambah lagi, makanan tinggi gula tidak akan membuat Anda merasa kenyang karena tidak mengandung nutrisi yang berguna.

3. Energi naik turun

Glukosa bertanggung jawab atas suplai energi dalam tubuh, oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kadar gula dalam darah Anda pada tingkat yang tepat. Setiap penyimpangan kadar gula dapat membuat level energi naik-turun sepanjang hari.

Saat Anda makan makanan manis, pankreas melepaskan insulin untuk membantu membawa glukosa ke sel-sel tubuh, sehingga Anda memiliki aliran energi. Begitu siklus berakhir, Anda merasakan tingkat energi turun karena tubuh Anda menginginkan lebih banyak gula.

Untuk menjaga tingkat energi Anda, hindari makan yang manis-manis dan camilan yang tidak sehat. Sebaliknya, pilih protein tanpa lemak dan lemak sehat. Dapatkan energi yang 'nyata' untuk tubuh Anda dari makanan sehat. Tingkat gula yang lebih merata dalam darah tidak akan menyebabkan lonjakan dan penurunan energi.

4. Muncul jerawat terus-menerus

Makanan yang mengandung gula tambahan menyebabkan kadar insulin melonjak dan memulai proses glikasi, atau ikatan gula dengan molekul protein. Begitu glukosa memasuki darah Anda, ia meluncurkan serangkaian proses fisiologis yang rumit yang pada akhirnya dapat menyebabkan peradangan dan masalah kulit. Peningkatan insulin ini pada akhirnya dapat meningkatkan aktivitas kelenjar minyak di kulit Anda dan mengaktifkan proses peradangan.

Artinya, diet tinggi gula dikaitkan dengan risiko lebih tinggi timbulnya jerawat. Jika kulit sulit diatur mengganggu Anda dan tidak ada perawatan medis yang dapat membantu, coba ubah kebiasaan diet Anda. Kami tidak bersikeras sepenuhnya menghilangkan gula dari hidup Anda, tetapi Anda mungkin ingin mengonsumsi lebih sedikit makanan yang mengandung tambahan gula.

5. Penambahan berat badan

Terlalu banyak gula tentu akan membuat celana jeans Anda terasa lebih ketat di bagian pinggang. Ya, salah satu tanda paling jelas dari mengonsumsi gula secara berlebihan adalah pertambahan berat badan.

Makanan ringan dan manisan biasanya menyimpan lemak di bagian tengah tubuh Anda. Kadar gula yang tinggi meningkatkan produksi insulin yang cenderung menyimpan lemak berlebih di perut Anda daripada di tempat lain.

Editor: M. Naufal Hafizh
dewanpers