web analytics
  

Tangani Covid-19, Jabar Bentuk Tim Khusus dan Rencana Aksi

Jumat, 18 September 2020 14:58 WIB Nur Khansa Ranawati
Umum - Regional, Tangani Covid-19, Jabar Bentuk Tim Khusus dan Rencana Aksi, corona jabar, data corona jabar terbaru,update corona jabar,Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Dok. Humas Pemprov Jabar)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) menyiapkan tim khusus dan menyusun rencana aksi guna mendampingi pemerintah pusat menuntaskan tiga tugas.

Ketiga tugas tersebut berfokus pada penurunan kasus penularan, peningkatan angka kesembuhan (recovery rate), dan penekanan angka kematian (mortality rate).

"Kami sudah susun tim lama yang direorganisasi dan draft action plan untuk tiga tujuan, yaitu menurunkan kasus positif, peningkatan recovery rate yang per hari ini di angka 54%, serta memperkuat penurunan mortality rate yang sebenarnya sudah di bawah rata-rata yaitu 2%," ungkap Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam telekonferensi di Gedung Pakuan Bandung, Kamis (17/9/2020).

Langkah pertama, ia mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Jabar akan menggencarkan operasi yustisi di dua zona yaitu Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan zona pilkada serentak (Kabupaten Pangandaran, Tasikmalaya, Indramayu, Karawang, Bandung, Cianjur, Sukabumi, Kota Depok).

Ia mengatakan, saat ini Bodebek menyumbangkan 70% kasus di Jabar. Sementara klaster pilkada sebisa mungkin harus dihindari terlebih saat memasuki masa kampanye.

"Persiapan operasi yustisi yang kami bagi dua yaitu di zona Bodebek yang memang menyumbang kasus keterpaparan terbanyak dan di zona pilkada di delapan daerah karena kami tidak ingin terjadi klaster pilkada," ungkapnya.

Sementara langkah kedua adalah meningkatkan manajemen perawatan pasien di Jabar bagian timur seperti Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu. Berdasarkan evaluasi, angka kematian di priangan timur  terbilang tinggi, berbeda dengan Bodebek yang sedikit lebih baik (kisaran 4%-9%).  

Ia menyebutkan, salah satu penyebabnya adalah fasilitas kesehatan di priangan timur  yang relatif masih belum baik. Selain akan memperbaiki manajemen kesehatan, ia berharap Kementerian Kesehatan juga dapat meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan.

"Kami temukan salah satu penyebabnya yaitu fasilitas kesehatan yang belum baik dan akan kami tingkatkan. Mohon dibantu oleh Kementerian Kesehatan untuk meng-upgrade fasilitas kesehatan untuk di Jabar bagian timur," ungkapnya.

Sementara untuk menekan angka keterpaparan, gugus tugas akan memaksimalkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Hal tersebut dinilai berhasil dilakukan di sejumlah tempat.

"PSBM akan kita maksimalkan. Tim Edukasi yang baru dibentuk di Kota Bogor akan kami jadikan percontohan di daerah lain," ungkapnya.

Editor: Fira Nursyabani

artikel terkait

dewanpers