web analytics
  

Gubernur Larang Warga Pakai Masker Scuba, Ini Reaksi Pedagang

Jumat, 18 September 2020 14:51 WIB Fichri Hakiim
Bandung Raya - Bandung, Gubernur Larang Warga Pakai Masker Scuba, Ini Reaksi Pedagang, Masker Scuba,Bahaya masker scuba,Masker scuba dilarang,Ridwan Kamil larang penggunaan masker scuba

Ilustrasi warga mengenakan masker. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Penggunaan masker sangat penting di masa pandemi Virus Covid-19 ini. Namun, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melarang warganya menggunakan masker jenis scuba atau buff.

Hal ini berdampak kepada pedagang masker di salah satu wilayah Kota Bandung.

Salah satu pedagang masker di wilayah Cibeureum, Kota Bandung, Rudi Setiawan (37) mengatakan dahulu peminat masker scuba sangat tinggi. Namun semenjak ada larangan memakai masker scuba dari Gubernur, peminat masker scuba jadi berkurang.

"Dulu peminatnya (masker scuba) banyak, tapi sekarang warga banyak yang mencari masker kain," ujarnya ketika ditemui Ayobandung.com.

Ia mengatakan, hingga saat ini adanya larangan memakai masker scuba tidak mempengaruhi pendapatannya.

"Kalau pendapatan masih sama, cuman stok masker scuba jadi numpuk kan jarang ada yang beli, apalagi masker yang motif wajah orang," jelasnya.

Rudi menuturkan, jika dahulu dapat menjual masker scuba sebanyak 100 buah per hari, namun untuk saat ini hanya 50 buah.

"Sampai 100 biji, kalau sekarang ya setengahnya paling. Pengendara motor banyak yang beli masker kain sekarang, karena ada operasi masker juga," tutur Rudi.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang warganya menggunakan masker jenis scuba atau buff karena tingkat efektivitas masker jenis tersebut minim dalam menangkal droplet.

"Dulu scuba oke (dipakai) karena mudah dan murah, sekarang tidak boleh, ya, sudah menyesuaikan atau beradaptasi saja, karena ini bagian dari AKB," ujarnya, Kamis (17/9/2020).

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers