web analytics
  

Sepeda Dilarang Lintasi Jalan yang Ditutup di Kota Bandung

Jumat, 18 September 2020 13:52 WIB Fira Nursyabani
Bandung Raya - Bandung, Sepeda Dilarang Lintasi Jalan yang Ditutup di Kota Bandung, Penutupan Jalan di Kota Bandung,Penutupan Jalan,penutupan jalan Bandung,Penutupan jalan Kota Bandung,Waktu penutupan jalan Bandung

Pengendara sepeda motor memutar balik karena jalan Merdeka-Aceh ditutup tiap pukul 09.00-11.00 WIB, mulai Jumat (18/09/20) hingga 14 hari mendatang. Penutupan tersebut bertujuan mengingatkan kembali masyarakat sekaligus memperketat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Ruas jalan Merdeka-Aceh menjadi sepi dan tidak ada kerumunan, namun terjadi penumpukan pengendara di ruas jalan lain, salah satunya Jalan Purnawarman-LL RE Martadinata. (Ayobandung.com/Ryan Suherlan/Magang)

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Kota Bandung resmi memberlakukan sistem buka tutup di sejumah ruas jalan pada Jumat (18/9/2020) sampai 14 hari ke depan.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan penutupan bukan hanya untuk kendaraan bermotor. Sepeda pun dinyatakan tidak boleh melintas.

“Untuk semua kendaraan dan untuk sepeda tidak boleh. Filosofinya menghindari kerumunan,” ujar Oded usai melaksanakan apel buka tutup jalan di Jalan Asia Afrika, Jumat (18/9/2020). 

Dia menegaskan kegiatan buka tutup jalan sebagai peringatan kepada warga Bandung dan warga luar Kota Bandung bahwa pandemi Covid-19 itu masih ada. 

“Ini dalam rangka mengingatkan warga Kota Bandung dan orang yang akan datang ke kota ini, pandemi Covid-19 masih ada,” kata dia.

Menurutnya, upaya ini tidak akan menghambat roda ekonomi. “Ini buka tutup, per dua jam. Tidak akan menggangu, tinggal memperlihatkan indentitasnya jika ingin masuk,” tutur Oded. 

Sementara itu, Kepolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya menyampaikan, buka tutup jalan dilakukan untuk menghindari berkerumunnya warga. Oleh karenanya, ia mengimbau warga membatasi keluar rumah.

“Kalau tidak penting jangan keluar. Ini untuk menekan angka penyebaran covid,” tutur Ulung. 

Ia mengungkapkan, Kota Bandung juga berpotensi terkena imbas saat akhir pekan tiba. Hal itu karena banyak warga luar kota yang masuk ke Kota Bandung.

“Terbukti sebulan lalu setiap ada weekend itu, dua hari kemudian naik. Oleh karenanya Forkopimda berupaya menekan penyebaran virus,” katanya. 

Kebijakan buka tutup jalan, lanjut Ulung, yakni dengan per dua jam seperti ketika orang sudah masuk kerja. Setelah itu ditutup. Lalu jam istirahat sekitar pukul 11.00 WIB sampai 14.00 WIB. Setelah itu tutup kembali sampai pukul 16.00 WIB.

Sedangkan pada akhir pekan, buka tutup dilaksanakan sampai ring 3 di perbatasan. 

“Ini menekan jangan sampai kena. Cimahi merah, maka Kota Bandung harus siap siaga. Pesan kami masyarakat tidak penting jangan keluar rumah,” katanya. 

Untuk personel, kata Ulung terdapat 400 gabungan personel tiap pos jalan yang ditutup. 

“Personel itu 400 gabungan setiap jalan ditutup ada penjaga. Bagi warga yang hendak masuk tinggal tunjukan kartu identitas,” ujarnya.

Kebijakan penutupan jalan diambil sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Ruas jalan yang memberlakukan buka tutup yaitu Simpang Otista - Suniaraja s/d Otista - Asia Afrika. Mulai dari Simpang Asia Afrika - Tamblong sampai Asia Afrika - Cikapundung Barat. Mulai dari Purnawarman - Riau sampai Purnawarman – Wastukencana. Mulai dari Merdeka - Riau sampai Merdeka – Aceh dan Mulai dari Merdeka - Aceh sampai Merdeka – Jawa. 

Sedangkan waktu penutupannya yaitu pada siang hari mulai Pukul 09.00 WIB sampai 11.00 WIB dilanjutkan pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB. Untuk malam hari, tetap berlaku penutupan mulai Pukul 21.00 s/d 06.00 WIB. 

Sedangkan pada Sabtu malam, penutupan jalan akan berlaku juga untuk Ring 3 sampai perbatasan. 

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers