web analytics
  

BLT Tahap 3 Cair, 1,7 Juta Orang Gagal Jadi Penerima, Apa Sebabnya?

Jumat, 18 September 2020 13:21 WIB Icheiko Ramadhanty
Umum - Nasional, BLT Tahap 3 Cair, 1,7 Juta Orang Gagal Jadi Penerima, Apa Sebabnya?, BPJAMSOSTEK,bantuan subsidi upah (BSU),bantuan langsung tunai (BLT),blt Rp600.000,BLT BCA

[Ilustrasi] Sekira 1,7 juta nomor rekening gagal sebagai daftar penerima bantuan subsidi upah untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp5 juta. (Pixabay)

TEBET, AYOBANDUNG.COM BPJamsostek mengantongi 14,7 juta nomor rekening calon penerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) hingga Rabu (16/9/2020). Sayangnya, sekira 1,7 juta nomor rekening gagal sebagai daftar penerima bantuan subsidi upah untuk pekerja dengan penghasilan di bawah Rp5 juta.

Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto mengatakan, 1,7 juta rekening dikeluarkan dari daftar lantaran tak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam Permenaker Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Berupa Subsidi Gaji/Upah bagi Pekerja Buruh dalam Penanganan dampak Covid-19.

“Ada 1,7 juta rekening tidak valid, artinya tidak sesuai dengan kriteria Permenaker. Dari 1,7 juta ini tidak bisa dilanjutkan atau kita drop,” ungkap Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020).

“Sementara itu, penyerapan anggaran Program PEN sudah mencapai Rp240,9 triliun atau 34,6% dari pagu anggaran Rp695,2 triliun,” ujarnya.

Adapun, BPJamsostek melakukan validasi berlapis atas nomor rekening yang didapatkan. Validasi tahap pertama atau dengan perbankan, terdapat 14,5 juta nomor rekening yang valid, sedangkan 133 ribu masih dalam proses dan ada 73 ribu data yang tidak valid. Data yang tidak valid ini masih dikembalikan ke perusahaan untuk diverifikasi kembali.

Selanjutnya, validasi lapis kedua atau menyesuaikan dengan kriteria Permenaker. No.14 Tahun 2020. Hasilnya, terdapat 12,8 juta nomor rekening yang valid dan 1,7 juta tidak valid. Data yang tidak valid inilah dicoret dari daftar penerima BSU atau BLT.

Selanjutnya, validasi dengan cara memeriksa nomor rekening dan ketunggalan dilakukan. Dari proses ini, ada 11,8 juta nomor rekening yang valid dan 955.000 rekening tidak valid. Data yang valid ini pun sudah diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Diketahui, sesuai Permenaker Nomor 14 Tahun 2020, persyaratan pekerja yang mendapatkan uang BSU atau BLT ini adalah Warga negara Indonesia, terdaftar sebagai peserta aktif program BPJamsostek, kepesertaan sampai Juni 2020, upah terakhir di bawah Rp5 juta yang dilaporkan pemberi kerja dan serta memiliki rekening bank yang aktif.

Ayojakarta.com (Ayo Media Network) merangkum beberapa faktor yang dapat menjadi alasan mengapa uang BSU atau BLT belum masuk ke rekening kalian atau bahkan lama cair.

1. Rekening calon penerima masih dalam proses validasi

Terdapat sedikitnya tiga tahapan validasi yang dilakukan BPJamsostek. Pertama, validasi awal yang dilakukan bersama pihak eksternal yaitu perbakan.

Kedua, BPJamsostek melakukan validitas internal atas data kepesertaan yang memenuhi kriteria seperti tertera pada Permenaker No.14 Tahun 2020, yakni terkait keaktifan kepesertaan BPJamsostek, batas maksimal upah yang ditetapkan, dan memastikan calon penerima BLT dari kategori pekerja PU.

Ketiga, BPJamsostek melakukan validasi berdasarkan atas nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang disesuaikan dengan kepemilikan rekening. Ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya penerima bantuan ganda karena yang bersangkutan tercatat aktif bekerja di lebih dari satu perusahaan yang berbeda.

2. Rekening calon penerima tidak lolos validasi

Direktur Utama BPJamsostek Agus Susanto sempat membeberkan alasan mengapa banyak nomor rekening gugur sebagai daftar calon penerima BLT. Ia menduga, hal tersebut terjadi lantaran perusahaan mengalami kesulitan memilih data pekerja bergaji di bawah Rp5 juta maupun status kepersetaan sampai Juni 2020, sehingga perusahaan memutuskan mengirimkan seluruh data pekerja.

3. Perusahaan atau pemberi kerja belum menyetorkan rekening ke BPJamsostek

Beberapa waktu lalu, Agus Susanto menyebutkan BPJamsostek mendorong perusahaan atau pemberi kerja untuk segera menyampaikan data nomor rekening peserta yang memenuhi persyaratan hingga Selasa (15/9/2020).

4. Calon penerima memiliki rekening bank swasta

Bagi kalian yang memiliki rekening bank swasta termasuk BCA, CIMB Niaga, Danamon, harus menunggu proses kliring atarbank yang membutuhkan waktu tambahan.

Menurut penelusuran Ayojakarta.com, SKNBI adalah Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Sementara itu, kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antar peserta kliring baik atas nama peserta maupun atas nama nasabah peserta yang perhitungannya diselesaikan dalam waktu tertentu.

LLG sendiri adalah Lalu Lintas Giro yang menggunakan fasilitas kliring untuk transfer antara satu bank dengan lainnya.

Di beberapa kesempatan, akun Twitter @HaloBCA menjawab pertanyaan netizen yang mempertanyakan tak kunjung cairnya uang BSU atau BLT ke rekening mereka. Salah satunya :

Dengan senang hati kami bantu informasikan Ibu Alfinadinda. Jika yang dimaksud dana BLT mekanisme dropping dana Pemerintah akan dilakukan melalui Bank Himbara. Untuk rekening-rekening BCA yang digunakan nasabah dan terverifikasi oleh BPJS dan (1/3) ^Naomi

Kementerian Tenaga Kerja, maka Himbara akan mengkreditkan dana BLT tersebut menggunakan jalur *SKNBI/ LLG Incoming* dalam beberapa kali upload data, sehingga pengkreditan ke rekening BCA *tidak terjadi secara bersamaan*. Mhn menunggu dan mengecek (2/3) ^Naomi

Mutasi secara berkala, karena BCA sebagai penerima dana yang bersifat pasif, hal tersebut tergantung dari pihak pengirim, ya. :) Tks (3/3) ^Naomi.” Demikian penjelasan dari @HaloBCA.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers