web analytics
  

Mengapa Bau Kentut Tiap Orang Berbeda?

Jumat, 18 September 2020 13:14 WIB
Gaya Hidup - Sehat, Mengapa Bau Kentut Tiap Orang Berbeda?, bau kentut,Penyebab kentut bau,Penyebab kentut,Makanan Penyebab Kentut

[Ilustrasi] Mencium bau kentut. (Spiegel via Himedik.com)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Ada kentut yang memiliki bau tidak sedap, ada pula kentut yang hanya berupa angin. Apa yang menyebabkan kentut bau atau tidak?

Pertanyaan besar ini terjawab sudah. Dokter membagi alasan penyebab bau kentut setiap orang berbeda-beda.

Dilansir dari Health.com, simak 5 alasannya berikut ini.

1. Bakteri usus

Frederick Gandolfo, MD, pakar gastroenterologi dari New York, mengatakan alasan utama mengapa kentut ada yang bau dan tidak adalah bakteri di dalam usus.

"Sebagian orang memiliki bakteri yang menghasilkan gas lebih banyak atau lebih berbau dari orang lain," tuturnya.

2. Makanan tinggi belerang

Sejumlah makanan seperti brokoli, kubis, dan kol mengandung belerang (sulfur) yang tinggi.

Penelitian di Australia mengungkap, tingginya kadar belerang yang dicampur dengan zat-zat dalam kotoran menghasilkan emisi hidrogen sulfida yang tinggi dan berbau busuk.

3. Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa alias ketidakmampuan mengolah produk susu menjadi penyebab bau kentut lainnya.

Dr Patricia Raymond, pakar gastroenterologi dari Eastern Virginia Medical School, mengatakan intoleransi laktosa membuat perut menghasilkan gas buangan yang berbau ketika mengonsumsi makanan produk olahan susu.

4. Pemanis buatan

Sejumlah pemanis buatan, seperti sorbitol dan xylitol yang ada di minuman diet hingga permen karet, bisa menyebabkan bau kentut.

Menurut Dr Raymond, usus tidak bisa menyerap kandungan gula pada pemanis buatan ini, sehingga zat-zat yang tersisa menghasilkan gas dengan bau busuk.

5. Masalah kesehatan

Kentut berbau tidak melulu menandakan adanya masalah kesehatan.

Namun jika kentut Anda berbabu tajam, disertai dengan gejala lain seperti diare, konstipasi, hingga BAB berdarah, bisa jadi Anda mengalami penyakit yang butuh penanganan dokter.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers