web analytics
  

IDI: Kematian Dokter Akibat Covid-19 Indonesia Tertinggi di Asia

Jumat, 18 September 2020 11:19 WIB
Umum - Nasional, IDI: Kematian Dokter Akibat Covid-19 Indonesia Tertinggi di Asia, Kematian dokter Covid-19,Dokter Meninggal Karena COVID-19,Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Ilustrasi dokter yang menangani Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kematian dokter akibat Covid-19 terus bertambah di Indonesia. Saat ini, jumlah dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 bertambah dua menjadi total 117 korban.

Kedua korban merupakan seorang dokter umum dari DKI Jakarta dan seorang dokter dari Jawa Timur.

Menurut catatan Tim Mitigasi PB IDI pada Kamis (17/09/2020) hingga pukul 14.00 WIB, kasus kematian dokter terbanyak berasal dari Jatim yaitu 30 orang, disusul Sumatera Utara berjumlah 21 orang, dilanjutkan DKI Jakarta sebanyak 16 orang.

Dari total keseluruhan 117 kematian dokter di Indonesia, masing-masing terbagi menjadi tiga bagian, yakni 62 dokter umum (termasuk 3 guru besar), dokter spesialis sebanyak 53 orang (termasuk 4 guru besar), dan dua orang dokter residen.

IDI juga mencatat dari jumlah kematian masyarakat dan tenaga kesehatan di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia.

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, dr Adib Khumaidi, SpOT dalam rilis yang diterima Suara.com, Jumat (18/09/2020), menjelaskan angka kematian dokter semakin melesat tajam.

Ini menunjukkan masyarakat masih abai terhadap protokol kesehatan yang diserukan oleh para tenaga kesehatan dan pemerintah. 

Menurutnya, seruan imbauan protokol kesehatan dilakukan bukan hanya untuk keselamatan para tenaga kesehatan, namun juga keselamatan masyarakat sendiri dan orang-orang di sekitar.

"Pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta semua elemen masyarakat," tulis Adib.

Masyarakat juga diminta untuk disiplin menerapkan perilaku 3M yaitu selalu Mengenakan Masker, Menjaga Jarak, dan rajin Mencuci Tangan dengan benar. Denga begitu, diharapkan tingkat penularan dan kematian di semua lapisan dapat ditekan.

Selain itu, studi ilmiah yang dipublikasikan di The Lancet menyebut penggunaan alat pelindung diri dalam protokol kesehatan juga dapat membantu mencegah penularan.

Bahkan menjaga jarak sekitar satu meter bisa mencegah penularan hingga 82 persen.

Lalu, penggunaan masker sesuai standar dapat mencegah penularan hingga 85 persen. Sementara, penggunaan face shield saja hanya mencegah hingga 78 persen.

Namun, lebih baik apabila menggunakan kedua barang tersebut secara bersamaan.

Berita ini merupakan hasil kerja sama antara Ayo Media Network dan Suara.com.

Isi tulisan di luar tanggung jawab Ayo Media Network.

Editor: Fira Nursyabani
dewanpers