web analytics
  

Masker Scuba Dilarang, Masker Apa yang Efektif Cegah Corona?

Jumat, 18 September 2020 09:04 WIB M. Naufal Hafizh
Gaya Hidup - Sehat, Masker Scuba Dilarang, Masker Apa yang Efektif Cegah Corona?, Masker scuba dilarang,masker efektif cegah corona,pencegahan virus corona

Masker scuba dan buff kini tidak disarankan dipakai. Kedua bahan tersebut berbahan tipis dan tidak bisa menyaring partikel virus. Lalu, masker apa yang efektif mencegah virus corona? (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Masker scuba dan buff kini tidak disarankan dipakai. Kedua bahan tersebut berbahan tipis dan tidak bisa menyaring partikel virus. Lalu, masker apa yang efektif mencegah virus corona?

"Masker scuba atau buff hanya satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus tidak bisa menyaring lebih besar," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Wiku meminta masyarakat menggunakan masker yang baik dan berkualitas untuk melindungi area hidung, mulut, dan dagu dari penularan virus corona. "Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga," katanya.

Sementara itu, sebuah penelitian dari University of Chicago dan Argonne National Laboratory menggungkapkan, kombinasi jenis kain tertentu dapat membantu menghambat penyebaran virus corona.

Dikutip dari Medical News Today, dalam studi tersebut mereka bereksperimen menggunakan serangkaian jenis kain seperti katun, sifon, flannel, sutra, spandex, satin, dan polyester, baik dikombinasikan maupun tidak.

Mereka mengetes deretan kain tersebut untuk melihat apakah bisa menyaring partikel aerosol atau tidak. Para peneliti percaya bahwa Covid-19 tidak hanya menyebar melalui droplet namun juga ketika partikel tersebut terhirup seseorang yang bernapas.

Mereka menemukan bahwa selembar kain katun ditambah dua lembar sifon yang terbuat dari polyester dan spandex terbukti menjadi kombinasi paling efektif, karena dapat menyaring 80-99 persen partikel, bergantung pada ukurannya.

Para peneliti bahkan menyebut bahwa performa kombinasi ini sebanding dengan masker N95, yang digunakan para tenaga medis.

Kombinasi lainnya yang juga bekerja dengan baik adalah kain katun ditambah sutra atau flannel, serta katun dan katun-polyester.

Kombinasi ini menggabungkan antara kain serat padat seperti katun dengan kain yang bisa menahan muatan statis seperti sutra, terbukti efektif karena mereka memberikan pertahanan ganda, yakni secara mekanis dan elektrostatis.

Agar bisa berfungsi efektif, masker-masker kain ini harus pas di wajah. Mereka mengatakan bahwa jika kesesuaian masker di wajah dapat berdampak pada efektifitas masker.

"Penemuan kami mengindikasikan jika adanya lubang di sekitar area masker dapat menurunkan efesiensi sekitar 50 persen atau lebih, menyoroti pentingnya kesesuaian," tulis para peneliti, Abhiteja Konda dan rekan-rekan.

Untuk studi selanjutnya, para peneliti mencatat juga harus memperhatikan faktor relevan lainnya seperti dampak kelembaban pada kinerja masker dan apakah memakai ulang dan mencuci masker dapat menurunkan efektifitasnya.

Sementara itu, penelitian dari Duke University menyebutkan bahwa masker N95 menjadi masker paling efektif memblokir sebagian besar droplet. Urutan kedua ditempati masker bedah, dan ketiga adalah masker dari bahan polipropilen.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers