web analytics
  

Kota Bogor Zona Merah, Total Positif Corona Hampir 1.000 Kasus

Jumat, 18 September 2020 06:47 WIB M. Naufal Hafizh
Umum - Regional, Kota Bogor Zona Merah, Total Positif Corona Hampir 1.000 Kasus, corona,Corona Bogor,Update Corona Bogor,Berita Bogor

[Ilustrasi] Kota Bogor yang saat ini dalam zona merah corona memiliki kasus positif Covid-19 yang terus meningkat. (ayobandung/Kavin Faza)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Akumulasi kasus positif Covid-19 di Kota Bogor yang saat ini zona merah mencapai hampir 1.000 kasus. Hal itu dikatakan Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Menurutnya, tren penularan Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat.

"Setiap hari ada warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif sehingga selalu ada penambahan kasus positif Covid-19," kata dia, dikutip dari Republika.co.id, Jumat (18/9/2020).

Dedie A Rachim yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Bogor itu menjelaskan, daerah setempat saat ini masih berstatus di zona merah, yakni didasarkan pada 14 indikator dari GTPP Provinsi Jawa Barat dan GTPP Nasional.

Dia mengatakan, peningkatan kasus positif yang terkonfirmasi di Kota Bogor sampai saat ini sudah mencapai 964 kasus, karena warga Kota Bogor yang terkonfirmasi terus bertambah secara signifikan. Dari 21 rumah sakit di Kota Bogor, hanya 8 rumah sakit rujukan Covid-19 yang memiliki kamar isolasi.

Dari 8 rumah sakit tersebut, hanya 3 rumah sakit yang bisa menangani pasien Covid-19 gejala berat. Dia mengatakan, tidak semua rumah sakit bisa menangani Covid-19 karena ada fasilitas yang harus dipenuhi, misalnya ruang isolasi bertekanan negatif yang dilengkapi alat HEPA Filter agar ruangan tidak terkontaminasi virus, ketersediaan sarana prasarana kesehatan, terutama ventilator yakni alat bantu pernapasan.

Di RSUD Kota Bogor, kata dia, ada 120 tempat tidur tetapi hanya memiliki tujuh ventilator untuk pasien positif Covid-19 gejala berat yang membutuhkan.

"Kkondisi ini tidak mudah karena pandemi ini kita alami secara bersama, dan kebutuhan peralatan juga dibutuhkan bersama. Hal ini membuat produsen alat kesehatan dari berbagai negara menjadi kerepotan," katanya.

Kondisi pandemi Covid-19, kata Dedie, menuntut campur tangan pemerintah karena vaksin Covid-19 belum ditemukan.

"Pemerintah memahami ketika seseorang terpapar dan diperlukan penanganan rumah sakit, berdampak pula terhadap kondisi ekonominya," katanya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers