web analytics
  

Jangan Cukur Habis, Bulu Kemaluan Punya Berbagai Manfaat

Jumat, 18 September 2020 05:13 WIB Redaksi AyoBandung.Com
Gaya Hidup - Sehat, Jangan Cukur Habis, Bulu Kemaluan Punya Berbagai Manfaat, rambut kemaluan,bulu kemaluan,seks,Kesehatan,Hubungan Seksual,Penis,Vagina

[Ilustrasi] Rambut atau bulu kemaluan memiliki fungsi tersendiri. Karena itu, jangan mencukur habis bulu tersebut. (Pixabay)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah wanita maupun pria memilih mencukur bulu kemaluannya. Alasannya beragam, mulai dari kepuasan seksual, kebersihan penis maupun vagina, hingga alasan budaya dan spiritual.

Padahal bulu atau rambut kemaluan memiliki sejumlah manfaat kesehatan. Karena itu, tak seharusnya seseorang mencukur rambut kemaluan sampai habis. Melansir dari NDTV, berikut ini manfaat rambut kemaluan dalam tubuh.

1. Sanitasi

Rambut kemaluan bertindak sebagai penghalang alami terhadap virus dan bakteri. Rambut kemaluan berfungsi melindungi kulit di sekitar alat kelamin yang sangat lembut dari memar atau iritasi.

Hal ini karena pakaian yang kita kenakan terkadang juga bisa mengiritasi kulit area intim. Para ahli juga mengatakan kulit di sekitar alat kelamin lebih rentan infeksi setelah rambutnya dicukur habis.

2. Pelumas alami

Rambut kemaluan juga bertanggung jawab menjaga kelembapan alat kelamin. Hal ini berguna untuk mengurangi kemungkinan infeksi ragi dan mencegah kulit area intim tergesek hingga menyebabkan kemerahan. Selain itu, rambut kemaluan memberikan perlindungan dari iritasi akibat hubungan seksual.

3. Mengatur suhu tubuh

Folikel rambut organ intim juga bisa membantu mengatur suhu tubuh. Karena folikel rambut kemaluan ini mengeluarkan minyak yang diangkat ke permukaan kulit. Dengan begitu, minyak ini membantu mengatur suhu tubuh.

4. Meningkatkan sensasi

Mencukur rambut kemaluan sampai habis bisa mengurangi sensasi hingga rangsangan. Ada ujung saraf di bagian bawah setiap folikel rambut.

5. Mencegah kutil kelamin

Mencukur rambut kemaluan juga menyebabkan risiko tinggi mengalami kutil kelamin, yakni benjolan yang muncul di area genital. Pada wanita, biasanya terjadi di dekat vulva, vagina dan leher rahim.

6. Sinyal kemampuan reproduksi

Rambut kemaluan dilansir dari Healthline, juga pertanda pubertas yang merupakan tanda fisik jelas dari kematangan seksual. Artinya, seseorang sudah mampu bereproduksi.

7. Transmisi feromon

Rambut kemaluan juga berkaitan dengan penularan feromon atau cairan kimia pembawa aroma yang memengaruhi suasana hati dan perilaku.

Feromon disekresikan dari kelenjar keringat aprokin. Karena, daerah kemaluan memiliki banyak kelenjar ini dibandingkan dengan area tubuh lainnya.

Editor: M. Naufal Hafizh

artikel terkait

dewanpers